" "


Welcome No Deposit Bonus $100 dari ForexChief

Discussion in 'Informasi Broker' started by senjanjani, Oct 15, 2018.

  1. senjanjani

    senjanjani New Member

    [​IMG]

    Pola Candlestick Morning Star Dan Evening Star

    Bagi trader dengan kiblat formasi candlestick, pola Morning Star dan pola Evening Star dapat dianalogikan sebagai lampu hijau untuk berburu cuan. Muncul di semua timeframe? Cek. Bisa dipakai di Pair apa saja? Cek. Akurasi tinggi? Cek. Karakteristik-karakteristik itulah yang membuat kedua pola candle ini perlu dipelajari oleh trader pemula.



    Apa Itu Pola Evening dan Morning Star?


    [​IMG]

    Pola candlestick Morning Star dan Evening Star terdiri dari 3 candle yang mengisyaratkan pembalikan arah pergerakan harga (reversal). Kedua pola tersebut memiliki ciri khas posisi candle kedua yang melompat (Gap) dari candle pertama, dengan badan yang kecil atau berbentuk Doji. Berikut adalah uraiannya.

    A. Pola Morning Star
    Pola Morning Star berpusat pada candle berbadan kecil atau doji (B) dengan posisi melompat dari candle Bearish (A). Berikutnya, candle B akan diikuti oleh candle Bullish (C).



    [​IMG]



    Validitas pola Morning Star dilihat dari penutupan harga candle ke-3 (C). Panjang badan candlestick tersebut minimal harus melebihi setengah panjang candle pertama (A). Morning Star yang valid biasa ditemukan pada ujung tren menurun, karena mengindikasikan bahwa harga berpotensi tinggi untuk berbalik arah mendaki.

    B. Pola Evening Star
    Kebalikan dari pola Morning star, pola Evening Star diawali oleh candle Bullish (D) selama tren mendaki. Bakal pokok dari formasi candle ini adalah candle berbadan kecil atau Doji (E) yang tergelincir dari candle sebelumnya. Formasi komplit setelah candle ketiga (F) ditutup lebih rendah dari penutupan Doji dan berbadan minimal setengah dari candle pertama.



    [​IMG]



    Bersiaplah untuk mengantisipasi kemungkinan harga terjun jika Anda menemukan pola Evening Star dalam tren yang mendaki berkepanjangan.

    Kenapa Pola Evening Star dan Morning Star Terbentuk?
    Sebenarnya, daripada menghafal formasi pola Evening Star atau Morning Star, lebih baik memahami latar belakang kenapa kedua pola tersebut terbentuk pada chart. Karena dalam kondisi khusus, formasi bisa saja terbentuk tidak sempurna, atau sedikit melenceng, tapi sinyalnya masih patut dipertimbangkan.

    Inti dari formasi "perang bintang" ini adalah bergesernya dominasi kekuatan dari salah satu pihak (Buyer atau Seller) ke pihak lain, yang dapat diamati dari terbentuknya candle berbadan kecil atau Doji; candle tersebut melompat atau tergelincir dari tren pergerakan harga.



    [​IMG]



    Misalnya pada chart di atas, candle Doji terbentuk di ujung tren pendakian (uptrend). Artinya, kekuatan Buyer untuk mendorong harga lebih tinggi mulai berkurang, digantikan oleh tekanan Seller yang semakin bertambah, sehingga harga rentan mengalami pembalikan menurun. Benar saja, setelah Doji atau "si Bintang" tercetak, dua candle berikutnya ditutup minus jauh dari pembukaannya alias longsor.

    Menurut Steve Nison, pakar analis candlestick, berikut adalah syarat umum pembentukan pola Morning Star dan Evening Star:

    • Terjadi gap antara candle kedua dengan candle awal.
    • Candle ketiga memiliki panjang badan minimal setengah dari candle pertama.
    Syarat pertama dapat dikecualikan pada pasar Forex. Karena likuiditas pada pasar Forex jauh lebih besar daripada pasar modal atau komoditas, Gap jarang ditemukan pada chart Pair Forex. Selama candle kedua ditutup dekat dari level pembukaannya (berbadan kecil) dan berada di penghujung tren, kondisi tersebut sudah cukup memenuhi syarat pembentukan "Bintang" pada pola Morning Star dan Evening Star.

    Sedangkan pada syarat kedua, candle ketiga seharusnya memiliki panjang badan minimal setengah dari candle pertama. Jadi, jika candle pertama memiliki Range penutupan harga sampai sebesar 50 pip, maka candle ketiga paling tidak punya jarak 25 pip dari Opening ke Closing. Namun, bagaimana jika candlestick ketiga panjang badannya melebihi candlestick pertama?



    [​IMG]



    Dari contoh chart di atas, pola Morning Star tampak mengalami deviasi karena badan candle pertamanya sangat pendek (Doji), sedangkan candlestick ketiga panjang badannya jauh lebih besar. Namun bila dicermati, tampak celah besar (Gap Down) di antara candle awal dan kedua.

    Berikutnya, candle kedua membentuk inti dari pola Morning Star dengan ciri khas badan kecil dan munculnya celah di penghujung trend menurun. Candle ketiga mengokohkan sinyal pembalikan arah dengan badan menjulang tinggi, meninggalkan penutupan candlestick pertama.

    Itu baru teorinya, terus, langkah-langkah trading praktis apa saja yang harus dipersiapkan saat pola Morning Star dan Evening Star terbentuk?

    Sumber : seputarforex.com

    [​IMG]
  2. rahmatrabani

    rahmatrabani New Member

    Analisa Fundamental

    Salah satu macam analisis di pasar forex adalah analisis fundamental. Ide dari analisis ini adalah untuk memantau perkembangan keuangan dan moneter serta berbagai perkembangan politik dan ekonomi di negara yang berbeda, yang mungkin juga mempengaruhi dinamika pergerakan harga. Berdasarkan analisa ini kita bisa melakukan perkiraan dan memprediksi perlilaku nilai tukar dalam rentang waktu yang akan datang.

    Pengetahuan tentang suku bunga nasional, berita bank terbesar di dunia dan perusahaan keuangan, serta kebijakan ekonomi yang ditempuh oleh pemerintah negara-negara penghasil utama sangat penting karena peristiwa ini dan beberapa faktor yang secara langsung terkait dengan fluktuasi nilai tukar mata uang. Analisis fundamental dari pasar Forex adalah rumit tetapi pentingnya hampir tidak dapat dipungkiri.

    Salah satu kesulitan dari Analisis fundamental terletak pada kenyataan bahwa peristiwa yang sama mungkin memiliki dampak yang berbeda dalam situasi yang berbeda. Inilah sebabnya mengapa analisis fundamental kami disusun oleh ahli yang tidak hanya pemodal berbakat, tapi juga mendapat pengalaman praktis substansial di pasar Forex.


  3. senjanjani

    senjanjani New Member

    Terimakasih informasinya gan, Beberapa investor atau trader legendaris mengatakan bahwa analisa fundamental adalah salah satu cara terbaik untuk mengetahui tentang segala sesuatu mengenai pergerakan harga.

    Tujuan dasar dari seorang analis fundamental adalah untuk mendapatkan pemahaman tentang parameter penting dari kinerja uang dari laporan arus kas, neraca, laporan laba rugi, dll.

    Seorang analis Fundamental banyak menghabiskan waktu mereka untuk mengetahui tentang keadaan ekonomi suatu negara. Mereka melakukan analisa suku bunga yang berlaku dan indeks harga konsumen.

    Hal tersebut tidak biasa bagi seorang analis teknikal; dimana faktor dalam pengaruh iklim ekonomi global terhadap prospek pergerakan harga dapat mempengaruhi harga.

    Keuntungan dari analisa fundamental adalah jika ekonomi telah dilakukan secara konsisten dan menghasilkan keuntungan yang cukup besar, dan membuat prospek ekonomi jangka panjang yang cerah.

    Di lain pihak, analis fundamental percaya bahwa pasar saham tidak benar-benar mewakili nilai sebenarnya dari valuasi perusahaan karena sifat spekulatif dari pedagang.

    Analis fundamental percaya pada konsep investasi dengan berpegangan pada saham yang bagus untuk jangka waktu yang panjang, dan dapat memperoleh dividen dengan melihat investasi yang dilakukan pada perusahaan tersebut.

    Analisis fundamental mungkin telah ada sejak zaman pasar saham pertama kali dibuka. Analisis fundamental terlihat lebih luas, dan mayoritas investor di seluruh dunia mendukung bentuk analisis model ini.

    [​IMG]
  4. senjanjani

    senjanjani New Member

    [​IMG]

    Bagaimana Cara Trading Dengan Kedua Pola Candlestick Reversal Ini?
    Apa saja sih langkah-langkah konkret yang harus trader lakukan saat pola Morning Star dan Evening Star muncul pada chart? Apa mereka hanya sekedar menekan tombol Buy atau Sell? Tentu saja tidak. Untuk mendapatkan keuntungan profit, ada beberapa langkah sistematis yang wajib dipersiapkan.

    1. Identifikasi dan saring validitas sinyal
    Jangan terburu-buru membuka posisi setiap kali pola candlestick reversal seperti Morning Star dan Evening Star muncul. Selalu ada risiko sinyal palsu untuk diwaspadai. Karena itu, Anda perlu menyiasatinya dengan menggunakan bantuan indikator lain untuk menyaring kualitas dan akurasi sinyal.

    [​IMG]

    Chart di atas menggunakan indikator Bollinger Bands sebagai indikator pendukung. Perhatikan bahwa sempat terbentuk dua pola Evening Star, tapi hanya satu pola yang akurasinya tinggi. Pola Evening Star pertama akurasinya rendah, karena terbentuk saat harga masih bergejolak dan belum membentuk tren kuat. Sedangkan pola kedua sinyal reversalnya lebih baik, karena terbentuk di penghujung tren mendaki yang bertepatan dengan level Resistance Upper Band pada indikator BB.

    2. Tentukan level pembukaan posisi
    Setelah mengetahui validitas pola Morning Star atau Evening Star, langkah berikutnya adalah menentukan di titik level berapa Anda akan mulai mengeksekusi Market Order. Sebenarnyam Entry Rules (peraturan buka posisi) dari kedua pola reversal ini cukup fleksibel dan beragam, bergantung dari sistem trading masing-masing trader.

    Cara termudahnya adalah dengan mencermati harga penutupan pada candle terakhir. Jika panjang badan ketiga lebih besar dari candle pertama, eksekusi Order Buy atau Sell di kisaran penutupan candle terakhir. Bila panjang candle ketiga lebih pendek dari candle awal, persiapkan order beli/jual di tengah badan candle terakhir.

    3. Tentukan target profit dan batas resiko
    Posisi trading terbuka tidak boleh dibiarkan mengambang (Floating) tanpa target, karena harga dapat bergerak bebas di luar ekspektasi. Untuk mengantisipasinya, Anda harus menetapkan target profit (TP) dan batas resiko (SL).

    Menentukan jarak TP dan SL dari titik Entry juga dapat ditetapkan dengan beragam metode bergantung dari sistem trading. Umumnya, trader menggunakan bantuan rasio Risk & Reward sebagai alternatif andalan.

    [​IMG]

    Batas SL ditentukan beberapa pip di sekitar nilai High candle kedua pola Evening Star sebagai batas Resistance terakhir. Berikutnya, dengan rasio Risk & Reward 1:2, jarak profit target ditentukan sebesar dua kali lipat dari jarak Entry ke SL. Pada contoh chart di atas, jarak SL adalah 122 pip, sedangkan TP berjarak dua kali lipat dari SL, yaitu 244 pip.

    Plus Minus Trading Dengan Pola Morning Star Dan Evening Star
    Kabar baik, pola Evening Star dan Morning star cukup sering muncul pada segala macam Pair (baik Mayor maupun Cross) dan Timeframe apapun. Jadi, peluang trading dari kedua pola reversal ini memang akan sering bertebaran pada chart. Fleksibilitas tinggi juga membuat pola-pola tersebut mudah dikombinasikan atau dikembangkan dengan dukungan indikator-indikator lain.

    Kabar buruknya, pola Morning Star dan Evening Star dapat pula menjebak trader pemula jika mereka tak berhati-hati dalam langkah identifikasi penyaringan validitas sinyal. Perlu diingat, meskipun kedua pola reversal ini akurasinya relatif tinggi, tapi tak ada jaminan bahwa setiap kali pola muncul, posisi yang dibuka akan mendapat keuntungan.



    Masih Penasaran? Masih Ada Pola Candle Lainnya
    Pola Morning Star dan Evening Star hanyalah bagian kecil dari jagad metode trading dengan formasi-formasi candlestick. Jangan heran, masih ada ratusan pola-pola candlestick lainnya yang tak kalah menarik.

    Sumber : seputarforex.com

    [​IMG]
    Last edited: Nov 11, 2019 at 1:28 PM
  5. senjanjani

    senjanjani New Member

    [​IMG]

    Three White Soldiers Dan Three Black Crows, Tiga Candlestick Menguntungkan

    Sebelumnya, kita telah mempelajari pola candlestick tiga bar berakurasi tinggi; Three Inside Up dan Three Inside Down. Kali ini, ada juga pola 3 bar yang akurasinya bisa dibilang lebih tinggi, yaitu Three Black Crows dan Three White Soldiers.

    Meskipun namanya susah dieja, formasi pola Three White Soldiers dan Three Black Crows mudah dikenali. Sekali muncul, kedua pola itu akan diikuti oleh pembentukan trend baru. Intinya, begitu Anda mendeteksi terbentuknya pola-pola tersebut, bersiaplah buka posisi untuk mendapat profit.



    Pengertian Pola Three White Soldiers dan Three Black Crows
    Three White Soldiers dan Three Black Crows termasuk dalam kategori pola candlestick reversal. Artinya, setelah formasi terbentuk komplit, harga akan berpotensi untuk berubah arah dari trend sebelumnya. Jika sebelumnya harga sedang bullish, maka akan berbalik turun. Sedangkan jika sebelumnya harga sedang bearish, maka akan bertolak naik.

    Dengan begitu, apabila trader bisa menangkap momen terjadinya pembalikan harga, maka peluang untuk mendapat profit dalam jumlah besar terbuka lebar. Itulah alasan kenapa pola candlestick reversal dicari-cari oleh trader.

    Bicara mengenai formasinya, Three White Soldiers dan Three Black Crows mudah sekali dikenali. Pola dasarnya akan terlihat seperti contoh berikut:

    [​IMG]

    Ciri formasi Three White Soldiers adalah kemunculan tiga candlestick berurutan dengan harga penutupan selalu lebih tinggi; biasanya berwarna putih atau hijau semua. Maka dari itu, Three White Soldiers mengindikasikan potensi bahwa harga akan berbalik naik dari periode trend menurun (downtrend) sebelumnya.

    Sebaliknya, Three Black Crows adalah tiga candlestick hitam atau merah berurutan dengan harga penutupan selalu lebih rendah. Candlestick ini mengindikasikan potensi bahwa harga akan berbalik turun setelah periode trend mendaki (uptrend) sebelumnya.

    Strategi Trading Dengan Pola Three White Soldiers Dan Three Black Crows
    Pada dasarnya memang kedua pola candlestick ini lumayan sering muncul pada chart, tapi tidak setiap kali muncul kita harus segera meresponnya. Masalahnya, jika kita terlalu cepat bereaksi tanpa menunggu konfirmasi, resiko merugi karena fake signal bisa saja terjadi. Contohnya seperti ini:



    Pada gambar chart EUR/USD (H4) di atas, hanya sinyal dari Three Black Crows #2 yang berhasil mengindikasikan reversal bearish, sedangkan sinyal #1 dan #3 gagal.

    [​IMG]
    Pada chart berikutnya, harga malah terus mendaki meskipun formasi Three Black Crows telah terbentuk sesuai karakteristik umumnya.

    Karena masalah-masalah tersebut, perlu kondisi khusus agar akurasi sinyal dari Three White Soldiers dan Three Black Crows bisa diandalkan. Antara lain:

    • Bagaimana kondisi tren pasar saat ini?
    Pola Three Black Crows idealnya muncul saat trend telah mencapai puncak tertingginya setelah harga terus menerus mendaki (kondisi overbought). Sebaliknya, pola Three White Soldiers sinyalnya paling akurat setelah harga terus menerus menurun (kondisi oversold). Dengan kata lain, hindari kondisi pasar ranging atau sideways (harga bergerak naik turun saja dalam kisaran sempit) seperti yang dicontohkan pada chart no. 1.

    • Bagaimana konfirmasi dari candlestick berikutnya?
    Perhatikan pula bagaimana candlestick berikutnya mengkonfirmasi sinyal reversal dari kedua pola ini. Pada chart nomor 2, sinyal Three Black Crows dianggap tidak valid karena bar berikutnya ternyata malah berbalik naik. Karena itu, sebaiknya tunggu sampai candlestick berikutnya bergerak sesuai indikasi sinyal.

    • Pada Timeframe apa formasi candlestick muncul?
    Idealnya semakin tinggi Timeframe, maka semakin akurat pula sinyal dari kedua pola ini. Setidaknya, gunakan Timeframe H4 ke atas supaya kualitas sinyal cukup baik. Sedangkan pada Timeframe super rendah seperti M5, sinyal seringkali tidak valid karena dipatahkan oleh gejolak-gejolak singkat (noise).

    Setelah kondisi-kondisi di atas terpenuhi, akurasi sinyal Three White Soldiers dan Three Black Crows akan menjadi lebih baik. Contoh strategi tradingnya seperti di bawah ini:

    [​IMG]

    Pada chart AUD/USD (timeframe H4) di atas, Trendline Channel (merah) menyoroti kondisi trend masih dalam kondisi menurun. Setelah pasar dalam kondisi oversold, pola Three White Soldier terbentuk. Sinyal beli pun dikonfirmasi oleh harga yang bergerak menembus garis Simple MA 20.

    Buka posisi beberapa pip di atas harga high bar Three White Soldiers terakhir, lalu Stop Loss di harga openingbar pertamanya. Sedangkan untuk target profit bisa ditentukan menggunakan panduan Rasio Risk/Rewardsesuai selera Anda.

    Sumebr : seputarforex.com

    [​IMG]
  6. rahmatrabani

    rahmatrabani New Member

    STRATEGI FOREX BREAKOUT DARI LEVEL SUPPORT/RESISTANCE

    Strategi breakout forex terbaik adalah salah satu yang berfokus pada perdagangan sekitar level harga penting. Gerakan di zona harga yang kuat menyebabkan munculnya sejumlah besar order dan membuat dorongan untuk perdagangan dalam arah tertentu. Moving Averages, seperti SMA (20), SMA (50), SMA (200) dapat berfungsi sebagai garis support/resistance kuat.
    Breakout yang sebenarnya dilakukan setelah beberapa usaha untuk uji dan mengakui adanya dorongan yang kuat. tindakan awal menggunakan strategi seperti forex breakout yang sangat kuat, tetapi tidak selalu memungkinkan trader untuk membuka Market Order, itu akan lebih membantu untuk «menangkap» gerakan.
    Selain itu, untuk entri dengan percaya diri menggunakan strategi breakout ini harus «benar» breakdown, yang harus dievaluasi setelah candle akhir ditutup. entri biasanya dibuat pada pending order dengan Stop Loss sekitar level penting. Prinsip level breakout dinamis menjadi dasar New York strategi breakout forex. Pasangan optimal adalah GBP/USD, USD/CAD, timeframe М30, entri buy - penutupan dari candle M15 di atas SMA (20) dan Momentum(5) di atas rata-rata pergerakan.


  7. senjanjani

    senjanjani New Member

    Terimakasih informasinya gan, Dalam dunia trading, support dan resistance tidak akan selamanya bertahan. Pada suatu saat level-level tersebut pasti akan tembus. Pada saat seperti itu Anda masih bisa mencoba mencari peluang dengan strategi yang dinamakan breakout trading yang seratus persen berbeda dengan bounce trading.

    Jika pada bounce trading Anda menunggu pantulan untuk buy atau sell, pada strategi breakout Anda malah memanfaatkan tembusnya support dan resistance dengan asumsi bahwa tembusnya support atau resistance cenderung diikuti oleh rally.

    [​IMG]
  8. senjanjani

    senjanjani New Member

    [​IMG]

    Memilih Time Frame Dalam Analisis Teknikal Forex

    Kali ini kita akan membahas tentang Time Frame (TF) dan cara memilih TF yang sesuai. Saat membuka platform trading dan membuka sebuah chart, Anda bisa menemukan Time Frame dari chart tersebut. Ada banyak pilihan Time Frame yang disediakan oleh platform trading, mulai dari 1 menit, 5 menit, 15 menit, 30 menit, Hourly (1 jam), 4H (4 jam), Daily, Weekly, sampai Monthly.

    Beberapa trader profesional yang telah mengembangkan sistemnya sendiri, bahkan memiliki Time Frame custom seperti 20 menit, 8 jam, dan sebagainya. Bagi pemula yang masih belajar, tentu jadi penasaran. Apakah jangan-jangan ada cara memilih Time Frame forex yang bisa membuat kita auto profit? Tentu saja tidak sesederhana itu. Agar bisa memilih Time Frame forex yang sesuai, ada beragam faktor yang perlu dipertimbangkan. Apa sajakah itu? Artikel kali ini akan mengupas lebih dalam cara memilih Time Frame forex yang sesuai dengan gaya Anda.



    Mengapa Time Frame Menjadi Hal Yang Perlu Diperhatikan?
    Ketika melakukan analisa trading secara teknikal, sebenarnya Anda melakukan pengelompokan data sebagai dasar membuat analisa tersebut. Nah, pengelompokan data di sini didasarkan pada waktu, sehingga dengan dasar pengelompokan waktu yang berbeda, hasil analisis yang Anda peroleh juga bisa berbeda.

    Chart dengan Time Frame 5 menit, misalnya, memperlihatkan pergerakan harga suatu pair dengan pengelompokan data setiap 5 menit. Chart dengan Time Frame Hourly memperlihatkan pergerakan harga pair dengan pengelompokan data setiap jam, demikian seterusnya. Pengelompokan data dalam Time Frame ini akan terlihat jelas dan lebih mudah dipahami apabila Anda menggunakan chart candlestick.

    [​IMG]
    Cobalah Anda dekatkan kursor pada setiap batang candlestick, maka akan keluar informasi tentang harga Low, High, Open, Close serta volume transaksi pada rentang waktu tertentu. Nah, semua data tersebut dikelompokkan menurut Time Frame chart. Artinya, kalau chart tersebut misalnya menggunakan Time Frame Daily, maka yang tampak dalam informasi di setiap batang candlestick adalah harga Low, High, Open, Close, serta volume transaksi dalam 1 hari perdagangan.

    Nah, karena sifat pergerakan harga pair yang selalu dinamis (naik-turun) setiap saat, maka bisa jadi trend (arah) pergerakan dalam Time Frame yang berbeda akan tidak sama. Misalnya, bisa jadi trend pada Time Frame Daily naik, tapi kalau dilihat trend pada Time Frame 5 menit, harga sedang turun.

    Itu artinya, kalau kita lihat trend di Time Frame Daily terlihat naik, tapi dalam beberapa saat terakhir misalnya dalam 20 menit terakhir sedang mengalami penurunan, maka trend di Time Frame 5 menit pun akan terlihat menurun.

    Inilah alasan mengapa memilih Time Frame forex yang tepat itu perlu diperhatikan, karena pengamatan chart di pair yang sama pada Time Frame berbeda dapat sangat berdampak pada hasil trading. Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar di bawah ini:

    [​IMG]

    Lalu, Bagaimana Cara Memilih Time Frame Forex Yang Bagus?

    Mungkin ada kalanya Anda bingung ketika menyimak percakapan antar trader di chat room. Ada seorang trader yang mengatakan, "Wah, GBP/USD naik nih" tapi seorang trader lainnya menjawab, "Naik gimana? jelas turun gitu loh."

    Tahukah Anda mengapa hasil pengamatan mereka tidak sama? Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, kemungkinan besar yang terjadi adalah kedua trader tersebut mengamati chart dengan Time Frame berbeda, sehingga kesimpulan yang mereka ambil terhadap trend pergerakan suatu pair menjadi tidak sama. Para trader baru seringkali salah paham dan menyangka bahwa biang kerok perbedaan itu berada di broker yang hobi memainkan chart atau koneksi internetnya. Padahal, kesalahannya adalah karena belum tahu cara memilih Time Frame forex.

    Anda jadi bertanya-tanya: Lalu, Time Frame berapa ya yang paling bagus?

    Sebenarnya, setiap Time Frame memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Ibarat senjata, tergantung kepada selihai apa Anda menguasainya. Cara memilih Time Frame forex yang efektif adalah dengan mengetahui terlebih dahulu, tipe trader seperti apakah Anda?

    Jawaban tersebut bisa dilihat dari berapa lama Anda meng-hold suatu posisi dari open sampai close. Pada umumnya, ada 3 jenis trader forex menurut waktu ambil posisinya:

    • Scalper adalah trader yang cenderung melakukan open-close transaksi dalam jangka waktu singkatdengan target perolehan pips yang rendah. Trader tipe ini cenderung menggunakan chart dengan Time Frame antara 1 menit sampai 30 menit.
    • Day trader adalah trader yang biasa melakukan open-close transaksi dalam rentang waktu sehari. Mereka biasanya memilih Time Frame antara Hourly sampai Daily.
    • Swinger adalah trader yang biasanya melakukan open-close position dalam rentang waktu harian sampai mingguan, bahkan hitungan bulan. Nah, mereka ini biasa menggunakan Time Frame 4H, Daily sampai Monthly.
    [​IMG]
    Bagi Anda yang memiliki ketahanan modal serta kesabaran ekstra tinggi, menjadi Swing Trader yang menahan posisi hingga mingguan atau bulanan mungkin bisa dilakukan karena salah satu prinsip analisa teknikal adalah: History repeat itself, alias terdapat sebuah pola dimana harga cenderung akan memantul atau merosot lagi.

    Perlu diingat, menahan posisi terbuka dalam waktu yang relatif lama bisa sangat mempengaruhi emosi trading Anda, terutama jika terjadi Floating Loss. Pada umumnya, banyak pemula disarankan untuk menggunakan Time Frame Daily agar lebih mudah mensortir sinyal dan noise yang ditampilkan chart. Namun, gambaran di atas bukan harus dijadikan patokan. Dalam prakteknya, ada juga Swing Trader yang menggunakan Time Frame 15 menit pada saat-saat tertentu. Karena itulah, penggunaan akun demo sebagai cara memilih Time Frame forex sangat disarankan.

    Sumebr : seputarforex.com

    [​IMG]
  9. rahmatrabani

    rahmatrabani New Member

    PRINSIP-PRINSIP UTAMA DARI TEKNIK PRICE ACTION

    Teknik Price Action adalah hal khusus dari analisa klasik candlestick Jepang, yang dilengkapi dengan interpretasi level harga:
    • Sebuah keputusan trading dibuat hanya dari hasil analisa bar harga;
    • Tidak ada indikator teknikal yang digunakan, dan karena itu penundaan sinyal masuk dan kemungkinan menggambar ulang dihilangkan;
    • Hal ini dimungkinkan untuk menggunakan moving averages untuk konfirmasi tren berkenaan dengan aset yang mudah bergejolak;
    • Analisa ini dilakukan pada time frame harian, yang meningkatkan akurasi analisa teknikal;
    • Pola yang terpilih menjadi produk khas hampir tidak ada sinyal palsu;
    • Transaksi masuk dan keluar yang dilakukan hanya pada saat selesainya pola.

  10. senjanjani

    senjanjani New Member

    Terimakasih informasinya gan, Price Action adalah pergerakan harga suatu aset atau suatu pair mata uang. Analisa price action merujuk pada analisa teknikal berdasarkan pergerakan harga di masa lampau, dimana trader berupaya menemukan pola dalam pergerakan harga yang sepintas nampak acak.

    Perlu digarisbawahi bahwa apa yang kita lihat secara obyektif hanyalah dinamika harga dari data-data terdahulu. Sedangkan, reaksi kita (order atau open position) terhadap pola-pola pergerakan harga tersebut sepenuhnya adalah evaluasi subyektif.

    [​IMG]
  11. senjanjani

    senjanjani New Member

    [​IMG]

    Mengapa Trading Dengan Daily Chart Dianggap Lebih Baik?

    Dalam trading forex, terdapat anggapan jika trading di time frame besar akan lebih menguntungkan daripada di time frame kecil. Salah satu time frame besar yang dimaksud adalah Daily Chart. Lantas, benarkah trading dengan Daily Chart lebih baik dari trading di Chart lain? Untuk menjelaskannya, mari pertama-tama membahas manfaat trading dengan Daily Chart.



    1. Menghindari Overtrading
    Ketika memperhatikan chart dalam trading, Anda sebenarnya sedang berusaha menemukan sinyal-sinyal yang tepat untuk masuk pasar. Perlu Anda ketahui, sinyal-sinyal pada chart dengan time frame di bawah Daily (misal 4-hour, 1-hour, 30-min, dsb) kurang dapat diandalkan dibanding Daily, karena banyak terdapat 'Noise' di dalamnya. Daily Chart menghilangkan Noise-Noise tersebut sehingga sinyal yang ditampilkan lebih akurat.

    Berikut adalah contoh Noise dari sinyal Crossing MA 10 dan MA 50 pada chart 1-hour:

    [​IMG]
    Bandingkan dengan Daily Chart forex yang 'bersih' dari Noise, sehingga sinyal Crossing MA lebih mudah dibaca:

    [​IMG]
    Melalui trading dengan Daily Chart, Anda bisa trading dengan kuantitas sinyal yang lebih rendah, tapi kualitasnya lebih tinggi. Jika Anda telah memahami Daily Chart, trading pada chart 4-hour atau 1-hour akan lebih mudah dan lebih besar peluangnya untuk sukses. Dari pengalaman penulis, chart di bawah 1-hour terlalu banyak Noise, sehingga informasi berupa sinyal-sinyal yang ditampilkan banyak yang salah atau menyesatkan. Inilah mengapa, trading dengan Daily Chart sangat ampuh untuk menghindarkan diri dari kebiasaan Overtrading.

    Mungkin Anda tidak sering masuk pasar jika trading dengan Daily Chart, tetapi probabilitas ketepatan sinyal dalam trading akan lebih besar, sehingga juga memperbesar peluang keuntungan.

    Sumber : seputarforex.com

    [​IMG]
  12. senjanjani

    senjanjani New Member

    [​IMG]

    2. Mengatasi Rasa Takut Masuk Pasar
    Jika ada terlalu banyak sinyal tak berkualitas di suatu chart, Anda akan semakin tidak percaya diri dan takut masuk pasar. Biasanya, hal ini terjadi karena Anda tidak fokus pada analisa teknikal yang dilakukan.
    Jika pola pikir "takut masuk pasar" terus dipelihara, maka trading forex tidak akan mencapai kesuksesan. Dalam trading forex, satu-satunya keadaan yang bebas risiko adalah saat tidak ada posisi yang dibuka. Namun tentu saja, keadaan itu tidak akan menghasilkan keuntungan apapun. Sebagai trader, Anda tentu perlu mencari dan memanfaatkan peluang secara aktif.

    Cara terbaik yang bisa dilakukan dalam hal ini adalah tetap membuka posisi setelah melalui pertimbangan realistis dan proporsional, karena terlalu banyak pertimbangan juga merugikan. Nah, Daily Chart yang menjadi gambaran besar dari pergerakan harga dan minim Noise bisa menjadi solusi. Daily Chart bisa memfilter sinyal-sinyal palsu yang berseliweran di time frame kecil, sehingga Anda bisa lebih tenang dalam mengambil peluang, menjadi lebih percaya diri saat membuka posisi, dan secara otomatis tak lagi dibayangi rasa takut masuk pasar.

    3. Mencegah Over-Analyzing
    Banyak trader yang menghabiskan waktunya berjam-jam untuk mendapatkan dan menganalisa data-data teknikal. Mereka yakin bahwa prediksi atau analisa para pakar dapat memberikan informasi pergerakan harga pasar. Padahal, keseluruhan variabel-variabel tersebut telah tercermin secara natural dan sederhana dalam alur pergerakan harga di chart.

    [​IMG]

    Penulis rasa, Daily Chart paling mewakili gambaran pasar. Jika Anda tidak fokus trading dengan Daily Chart, mungkin Anda akan menghabiskan lebih banyak waktu untuk sinyal-sinyal yang tidak jelas di time frame kecil. Pada akhirnya, Anda akan masuk pasar dengan lebih 'menduga-duga', daripada analisa logis pada gerakan harga (Price Action) di Daily Chart.

    Dengan Daily Chart, Anda bisa trading dengan cara 'Set And Forget', atau 'masuk pasar dan tinggalkan'. Anda tidak perlu memantau pergerakan harga tiap jam atau bahkan dari menit ke menit, cukup 30 menit setiap harinya untuk menganalisa trading Anda dengan fokus pada Daily Chart. Selain itu, tentu saja Anda harus paham strategi trading yang efektif pada Daily Chart.

    [​IMG]
  13. rahmatrabani

    rahmatrabani New Member

    APA ITU SCALPING DAN MENGAPA TIDAK SESEDERHANA ITU

    Scalping Forex adalah strategi trading yang ditargetkan pada pembukaan sejumlah besar transaksi harian jangka pendek dengan (3-5 poin) keuntungan kecil. Hal ini dianggap sebagai cara yang paling agresif dan beresiko tinggi dalam perdagangan di pasar keuangan. Scalping adalah yang paling umum di pasar Forex, pasar berjangka dan produk turunannya.
    Mengenai durasi transaksi, tidak ada pendapat yang didefinisikan dengan baik. Awalnya, diasumsikan bahwa transaksi akan berlangsung tidak lebih dari 3-5 menit; Namun, periode lebih panjang (hingga 15 menit) dianggap sebagai transaksi scalping. Hanya mengambil sejumlah kecil profit, yang harus ditutup dengan cepat di bawah perintah Take Profit tetap tidak berubah. Sebelum pergi ke penjelasan rinci, perlu untuk menentukan apa artinya pips scalping. pips scalping adalah jenis scalping dengan interval waktu 1-2 menit, dan analisa dilakukan dengan cara chart tick. Secara teknis, adalah mungkin untuk membuka dan menutup transaksi dengan durasi kurang dari satu menit bila terjadi hubungan langsung ke penyedia likuiditas (ECN) atau dengan platform pertukaran. High-frequency trading (HFT) dapat dilihat sebagai contoh modern pips scalping.
    Trader scalping adalah pelaku teknikal terbesar di pasar, ia harus mempelajari semua rincian dan "terumbu tersembunyi" secara menyeluruh karena dia akan memperoleh pergerakan mikro dari harga. Khususnya, metode trading ini memiliki resiko volume terbesar dari kerugian keuangan. Hal ini diperlukan untuk diingat bahwa, selain trader, scalping membebankan persyaratan khusus untuk kondisi teknikal broker, sistem komunikasi, karakteristik dari aset keuangan, dan persyaratan terutama sulit untuk disiplin trading dan manajemen keuangan.

  14. senjanjani

    senjanjani New Member

    Terimakasih informasinya gan, Dalam forex trading, scalping merupakan strategi dimana sang trader mencoba untuk 'memungut' profit kecil secara beruntun. Seorang trader akan masuk dan keluar dari pasar beberapa kali dalam sehari dimana ia mencoba untuk mencari keuntungan di antara pergerakan pasar yang volatile. Para scalper biasanya juga akan bereaksi dengan cepat ketika ada rilis data ekonomi atau berita lain yang memiliki dampak besar terhadap pergerakan pasar. Meskipun terlihat mirip dengan day trading, namun sebenarnya tak sama. Dalam day trading, seorang trader hanya akan membuka posisi sebanyak satu atau dua kali dan posisi tersebut akan ditutup sebelum hari perdagangan tersebut berakhir. Ia tak pernah – atau sangat jarang – membiarkan posisi tersebut mengalami overnight.

    Sementara itu seorang scalper bisa membuka dan menutup posisi lebih banyak lagi dan hanya mengincar profit-profit kecil tiap kali membuka posisi. Jika day trader menggunakan chart 15 menit hingga 1 jam, maka scalper memanfaatkan chart 1 menit. Day trader biasanya menargetkan keuntungan $200 hingga $500 tiap kali membuka posisi, sementara scalper biasanya hanya menargetkan $5-$10 per transaksi. Jika ia berhasil melakukan 10 kali transaksi yang menghasilkan keuntungan, maka ia akan bisa membukukan keuntungan sebesar $50-$100 per hari. Tentu saja, jumlah itu hanya bisa diperoleh jika semua transaksi yang ia lakukan berakhir dengan keuntungan. Terkadang justru sekali transaksi yang merugi justru menghapuskan keuntungan yang diperoleh dari 9 transaksi sebelumnya.

    [​IMG]
  15. senjanjani

    senjanjani New Member

    [​IMG]

    4. Menghentikan Kecanduan Trading
    Dengan asumsi bahwa time frame kecil memberikan data yang lebih akurat karena lebih banyak sinyal, banyak trader yang keluar masuk pasar hingga kecanduan. Memang benar mereka mendapatkan banyak data dan sinyal, tetapi bukan berarti gambaran tersebut akurat. Singkat kata, banyak sekali formasi dan pola gerakan harga yang tidak penting di time frame kecil.

    Untuk mengetahui apa yang telah digambarkan dalam time frame kecil secara menyeluruh, kita mesti melihat ke time frame yang lebih besar. Hal inilah yang sering dilupakan oleh para trader yang kecanduan trading. Seharusnya, mereka fokus pada gambaran pasar yang relevan yaitu pada Daily Chart.

    Jika Anda telah paham dan mengerti bahwa sinyal-sinyal pada Daily Chart lebih signifikan dibanding dengan time frame yang lebih rendah, Anda tentu tidak akan sering masuk pasar. Mereka yang kecanduan trading biasanya main pada time frame rendah. Seperti yang telah dijelaskan di atas, Noise yang terlalu padat berpotensi memancing trader untuk lebih sering menaruh posisi.

    [​IMG]

    Memastikan Konsistensi Hasil Trading
    Jika Anda menggunakan time frame yang terus berubah-ubah setiap kali trading, kemungkinan besar hasil yang Anda peroleh menjadi tidak konsisten (kadang untung kadang rugi). Hal ini terjadi karena Anda sering masuk pasar tetapi dengan probabilitas sukses yang rendah, serta sulit untuk dimonitor. Perlu diketahui bahwa time frame yang Anda pakai akan menunjang akurasi sinyal.

    Semua sinyal trading pada Daily Chart lebih jelas dan kuat dibanding time frame yang lebih kecil, sehingga lebih efektif dan bisa konsisten dalam trading untuk jangka waktu lama, karena reliabilitas sinyal trading dengan Daily Chart lebih tinggi. Harap diingat bahwa keberhasilan dalam trading ditentukan oleh konsistensi hasil trading Anda. Dan jika ingin meningkatkan hasil trading Anda, seyogyanya Anda memahami analisa pasar dari perspektif yang lebih relevan seperti tercermin pada Daily Chart.

    Dari 5 poin di atas, berikut adalah rangkuman yang dapat Anda pelajari dengan mudah:

    [​IMG]
    Sumber : seputarforex.com

    [​IMG]
    Last edited: Nov 14, 2019 at 9:53 AM
  16. senjanjani

    senjanjani New Member

    [​IMG]

    Dianggap Sinyal Akurat, Apa Itu Golden Cross Dan Death Cross?

    Saat membaca analisa-analisa mengenai trading forex maupun trading saham, boleh jadi Anda menemukan kalimat seperti "Chart cukup positif dengan Golden Cross" atau "Harga masih bullish, tapi harus hati-hati karena ada Death Cross". Apa itu Golden Cross? Apa pula artinya Death Cross? Mengapa dianggap penting?

    [​IMG]

    Pengertian Golden Cross
    Golden Cross adalah pola breakout bullish yang terbentuk dari perlintasan antara Moving Average berperiode rendah ke atas Moving Average berperiode lebih tinggi. Momen Golden Cross menandakan bahwa pasar bullish (bull market) sudah di depan mata. Contoh Golden Cross misalnya: MA 15-day bergerak melintas ke atas MA 50-day, MA 50-day bergerak melintas ke atas MA 100-day, dan seterusnya.

    Meski Golden Cross bisa terjadi pada periode Moving Average berapa saja, tetapi ada kombinasi-kombinasi yang paling umum digunakan. Berikut diantaranya:

    • Gabungan antara MA 50-day dan MA 200-day populer dipakai, khususnya sebagai indikator breakoutbullish di pasar saham, seperti S&P500 dan IHSG.
    • Day Trader biasanya menggunakan periode lebih pendek, seperti kombinasi MA-5 dan MA-15 untuk mendeteksi breakout Golden Cross intraday. Interval chart bisa dipersempit maupun diperlebar mulai dari hitungan menit hingga monthly.
    • Golden Cross pada MACD sering dinilai lebih bagus untuk menilai pergerakan harga aset tertentu dibanding persilangan Moving Average. Salah satu pengguna rutin MACD Golden Cross adalah analis saham Seputarforex.com, Aditya Putra, yang memanfaatkannya untuk memantau IHSG dan saham individual di Bursa Efek Indonesia.
    Dalam menggunakan Golden Cross, ada tiga hal perlu perhatikan:

    • Golden Cross yang disertai dengan volume trading tinggi akan memperkuat sinyal bullish.
    • Semakin besar timeframe chart, maka makin kuat dan tahan lama-lah efek sinyal Golden Cross yang muncul. Dengan kata lain, sinyal yang muncul dari gabungan MA 50-day dan MA 200-day dianggap lebih bagus dibanding kombinasi MA-5 dan MA-15 pada intraday.
    • Dalam trading jangka pendek, sinyal Golden Cross pada Moving Average sering dimanfaatkan bersama indikator tipe Oscillator. Dengan bantuan indikator tipe Oscilator, Anda akan dapat melacak lebih dekat dan memperoleh momen tepat kapan uptrend itu sudah overbought, sehingga bisa mendapatkan titik entry dan exit yang lebih ideal.
    Cukup banyak trader maupun analis yang secara rutin memeriksa apakah terjadi Golden Cross di chart. Tujuannya bukan sebagai trigger untuk buy, melainkan memastikan bahwa sentimen pasar condong pada bullish.

    Contoh Golden Cross Dan Death Cross
    • Pada chart EUR/USD di timeframe Daily berikut ini nampak Golden Cross antara MA 50-Day dan MA 200-Day.
    [​IMG]

    Golden Cross terjadi pada tanggal 23 Mei 2017. Meskipun harga sempat agak tertekan, tetapi secara umum hingga hari ini, EUR/USD masih bullish.

    Melihat contoh pertama ini, Anda barangkali bertanya, "Kok sinyal terlambat sih? EU sudah reli duluan tuh". Ya, perlu diingat bahwa sinyal ini menandakan breakout, bukan permulaan trend. Apalagi, Golden Cross berbasis pada Moving Average yang sifatnya lagging.

    Meski demikian, tingginya akurasi sinyal ini menandakan kuatnya sentimen bullish di pasar. Apabila Anda berniat untuk membuka posisi sell saat Golden Cross muncul, maka sebaiknya urungkan niat tersebut.

    • Pada chart EUR/USD di timeframe H4 berikut ini nampak beberapa perlintasan antara MA-5 dan MA-15.
    [​IMG]

    Terlihat bahwa pergantian arah terjadi cukup sering. Antara awal Juli hingga hari ini saja, sudah terjadi enam kali perlintasan Moving Average, termasuk satu kali fake Death Cross.

    Perhatikan bahwa reliabilitas sinyal di timeframe intraday itu rendah, apalagi bila tidak disertai dengan lonjakan volume. Sebaiknya, Anda melengkapi penggunaannya dalam trading dengan indikator tipe Oscillator, seperti Stochastic, Moving Average Convergence Divergence (MACD), atau Relative Strenth Index (RSI), agar bisa memperoleh titik entry dan exit yang lebih akurat.

    Dari screenshot contoh kedua, nampak Golden Cross sudah terjadi beberapa hari yang lalu. Seandainya Anda sudah buka posisi buy saat sinyal trading itu muncul, girang ketika Golden Cross tercipta, lalu sekarang mulai ketar-ketir karena grafik sudah menurun. Kapan posisi sebaiknya ditutup? Jika dilihat sepintas dengan indikator yang sudah ada saat ini, Anda bisa close ketika harga menyentuh garis MA-15. Akan tetapi, apabila menginginkan analisa yang lebih akurat, maka intip juga indikator tipe Oscillator atau candle-candle yang akan terbentuk ke depan.

    Sumber : seputarforex.com


    [​IMG]
  17. senjanjani

    senjanjani New Member

    [​IMG]

    Jenis Trader Harian (Day Trader)

    Apa itu trader harian (day trader)? Day Trader adalah pelaku pasar finansial yang tidak menahan posisi trading-nya lebih dari sehari. Mereka cenderung untuk membuka dan menutup posisi trading pada hari yang sama, apapun yang terjadi. Karena karakteristik trading yang demikian, para trader harian bisa dikategorikan sebagai spekulator.

    [​IMG]

    Day Trader ada di berbagai jenis pasar, bisa di pasar saham, derivatives, futures, forex, atau options. Tujuan utamanya adalah mengejar profit harian sebanyak mungkin dengan frekuensi trading yang tinggi. Secara umum, ada dua jenis Day Trader, yaitu trader institusi dan trader retail. Keduanya adalah spekulator, bukan investor.


    Institutional Day Trader
    Institutional Day Trader (trader harian institusi) merupakan para spekulator yang bekerja untuk institusi-institusi keuangan. Mereka memiliki banyak keunggulan, diantaranya:

    • sumber informasi tangan pertama atau tangan kedua.
    • perangkat trading (trading tools) yang mutakhir dan lengkap.
    • fasilitas komputer, software dan komunikasi on-line yang sangat memadai
    Pada institusi keuangan besar dengan manajemen yang mapan, para trader didukung oleh beberapa teamdengan tugas yang berbeda-beda. Ada yang khusus memantau rilis berita fundamental dan ada yang menganalisa data-data teknikal. Dengan demikian, Institutional Day Trader umumnya dapat memantau pasar secara lebih menyeluruh.

    [​IMG]

    Keunggulan-keunggulan tersebut biasanya sulit diakses oleh trader pada umumnya. Selain itu, dana segar dalam jumlah besar selalu mengalir ke account trading yang dikelolanya, sehingga mereka tidak khawatir akan kehabisan dana jika terjadi Margin Call.

    Akan tetapi, trader yang mengelola dana klien di institusi keuangan besar tersebut biasanya bekerja sesuai target yang ditentukan perusahaan. Apabila perolehan mencapai target, maka mereka bisa mendapatkan bonus sesuai performa. Sedangkan bila di bawah target, bisa ditebak kalau karir mereka bakal cepat berakhir.

    Sumber : seputarforex.com


    [​IMG]
  18. rahmatrabani

    rahmatrabani New Member

    FAKTA STRATEGI FOREX SCALPING DAN INDIKATOR

    Periode volatilitas pasar yang tinggi dan likuiditas yang terbaik untuk scalping Forex. Strategi scalping didasarkan pada instrumen teknikal sejak periode transaksi singkat tidak memerlukan analisa fundamental atau chart yang dalam. Indikator biasa seperti moving average, RSI dan Stohastic overbought/oversold oscillators, indikator tren MACD, dll digunakan.

    Tidak ada indikator khusus yang dirancang khusus untuk scalping. Hanya varian gabungan berdasarkan metode standar yang digunakan. Indikator yang digunakan hanya dalam paket, dan praktek scalping menunjukkan bahwa dalam rangka untuk memiliki perdagangan yang sukses, setidaknya salah satu indikator tren dan oscillator yang menegaskan sinyal yang diperlukan. Indikator yang menggabungkan beberapa instrumen teknikal yang terpisah menjadi yang paling populer, dan tidak perlu untuk menempatkan mereka secara terpisah pada layar terminal

    Setiap strategi trading scalping harus membuat untuk mengantisipasi sinyal dan jelas menentukan potensi tingkat profit/loss. Penting untuk diingat bahwa entri poin dihitung terutama untuk proses yang cepat dan tidak dapat digunakan pada jangka waktu yang lama.

    Ingatlah: indikator dan strategi scalping tidak lagi efektif ketika penurunan atau, sebaliknya, dalam kasus volatilitas pasar terlalu tinggi, serta pada saat-saat gerakan spekulatif, misalnya, selama rilis berita.


    Rekomendasi tentang penggunaan indikator dan tips strategi scalping Forex:

    • Pengujian dan trading lebih lanjut harus dilakukan berdasarkan time frame dan instrumen perdagangan yang sama. Dalam kasus perubahan mereka, semua tes harus dijalankan lagi;
    • Menempatkan order Take Profit dan Stop Loss adalah wajib;
    • Strategi ini harus jelas menentukan periode lateral pergerakan pasar;
    • Anda hanya dapat mempercayai hasil pengujian pada akun real, misalnya, akun cent;
    • Indikator "prediksi" tidak bekerja pada timeframes kecil.

    Beberapa kata tentang strategi tanpa indikator dan penggunaannya dalam scalping. Biasanya, strategi tanpa indikator adalah strategi Price Action, ketika keputusan dibuat hanya melalui menganalisa pola chart pada chart harga. Awalnya, teknik ini dirancang untuk timeframe besar - dari empat jam atau lebih tinggi, dan itu benar-benar tidak berguna pada timeframe kecil. Semakin besar timeframe ini, sinyal analisa chart akan semakin kuat, doji candle dan bentuk lainnya menghasilkan sejumlah besar sinyal palsu pada timeframe kecil. Ada contoh yang baik dari scalping Price Action, tetapi membutuhkan pengalaman hebat dan trader pemula harus lebih baik menggunakan indikator teknikal.

  19. senjanjani

    senjanjani New Member

    Terimakasih informasinya gan, Scalping adalah strategi trading pada timeframe rendah dengan tujuan mendapatkan keuntungan cepat. Strategi trading forex paling populer di Indonesia ini menghasilkan frekuensi trading yang tinggi (antara puluhan hingga ratusan dalam sehari), meskipun rata-rata keuntungan per posisi trading terhitung sedikit (sekitar 5-15 pips). Trader pengguna strategi scalping disebut sebagai Scalper.

    Keuntungan dan Kekurangan Scalping
    Strategi Scalping tak menyisakan waktu lama bagi trader untuk risau, karena setiap posisi trading akan langsung ditutup dalam tempo singkat. Selain itu, mengejar target profit dalam jumlah kecil juga relatif lebih mudah ketimbang menantikan tercapainya target dalam jumlah besar.
    • Namun, ada sejumlah kekurangan yang membuat Scalping kurang disukai oleh trader profesional, yaitu:
    • Strategi Scalping bisa menjadi sangat menegangkan dan berisiko tinggi, terutama bagi trader pemula yang belum tamat belajar forex. Apalagi bila jumlah lot-nya besar.
    • Mendapatkan keuntungan dalam jumlah kecil itu sepintas gampang, tetapi untuk memastikan memperolehnya secara konsisten tidaklah mudah.
    • Biaya trading sangat tinggi dan trader harus selalu mewaspadai pelebaran spread. Perlu diketahui, spread pada pasangan mata uang tertentu bisa setinggi 5-10 pips atau lebih, sehingga Scalping bukannya menghasilkan untung tapi malah buntung. Oleh karena itu, trader harus selalu mawas kalau-kalau spread mendadak melebar saat kondisi pasar cenderung volatile, serta menerapkan tatanan Money Management yang baik.

    [​IMG]
  20. senjanjani

    senjanjani New Member

    [​IMG]

    Retail Day Trader
    Berbeda dengan trader institusi, Retail Day Trader (trader harian retail) adalah spekulator perorangan yang bekerja untuk dirinya atau kelompoknya sendiri. Mereka trading dengan dana pribadinya atau dana hasil patungan dari beberapa trader. Ada juga yang mengelola dana pihak lain dengan perjanjian tertentu.

    Di Amerika Serikat ada pembatasan jumlah dana yang bisa dikelola oleh seorang Retail Day Trader. Mereka juga tidak diperbolehkan mengiklankan diri sebagai penasehat (advisor) investasi atau manager investasi, melainkan hanya diijinkan sebatas mengelola dananya sendiri saja. Namun, di negara berbeda, aturannya bisa lain lagi.

    [​IMG]

    Berbeda dengan trader institusional, pada umumnya Retail Day Trader tidak mempunyai fasilitas untuk bisa akses ke berbagai sumber daya. Mereka mengandalkan fasilitas software trading yang diberikan broker, ditambah mungkin berlangganan pada penyedia data komersil untuk memperoleh informasi tertentu. Selain itu, dana yang dikelola trader harian retail relatif terbatas dan jauh lebih kecil dari trader institusi.

    Di masa lalu, sebagian besar trader harian adalah trader institusi. Namun, sejalan dengan perkembangan teknologi komunikasi dan IT yang sangat pesat, sejak pertengahan tahun 1990-an, jumlah Retail Day Trader mulai booming. Bersamaan dengan itu, banyak broker forex muncul dengan fasilitas software yang cukup memadai dan persyaratan trading yang bersaing.

    Meski terdapat pro dan kontra; jumlah Retail Day Trader terus bertambah, baik di pasar saham, derivatives, maupun forex. Walaupun pendapatan harian mereka tidak menentu dan tak jarang harus menanggung loss, tetapi dalam jangka panjang, banyak Day Trader memperoleh return hingga puluhan atau ratusan persen per tahun.

    Menurut Adam Leitzes dan Josh Solan dalam bukunya "Bulls, Bears and Brains: Investing With the Best and Brightest of the Financial Internet", kondisi pasar yang paling disukai Retail Day Trader adalah volatilitas yang tinggi, tanpa mempedulikan arah trend jangka panjang. Mereka bisa beradaptasi dengan cepat pada kondisi pasar apapun.

    Khusus untuk pasar forex, data menunjukkan bahwa sejak tahun 2010, volume perdagangan hariannya mencapai 4 trilliun US dollar, yang terbesar dari semua jenis pasar yang ada. Diperkirakan, partisipan dari 10% jumlah tersebut adalah Retail Trader. Belum lagi fasilitas leverage yang diberikan broker ada yang hingga 1:1000, membuat trading di pasar forex makin semarak. Namun demikian, para trader harus selalu waspada terhadap broker-broker yang tidak teregulasi dengan benar dan cenderung menipu atau scam.

    Sumber : seputarforex.com


    [​IMG]

Share This Page