Analisa Forex Teknikal Terkini ACY - Analisa Market

Discussion in 'Analisa Teknikal Hari ini' started by djamirun_aje, Jun 6, 2017.

  1. djamirun_aje

    djamirun_aje New Member

    Minyak Naik Lagi Setelah Trump Keluar Dari Perjanjian Nuklir Iran

    West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman bulan Juni memperpanjang kenaikannya sedikit, tetapi ditutup di atas USD70 untuk pertama kalinya sejak akhir 2014. Level rendah intraday kemarin sempat tembus Moving Average 20-Day ke USD67.62, tetapi kemudian berbalik naik lagi dengan dukungan MA-20 tersebut.

    Harga intraday WTI diperdagangkan pada USD70.60 per barel pada pukul 11:24 AM di Sydney, dan dapat mengalami kenaikan moderat setelah Presiden Donald Trump mengatakan AS akan menarik diri dari perjanjian tahun 2015 yang membatasi program nuklir Iran dan menerapkan kembali sanksi atas Republik Islam tersebut. Keputusan Trump membuka babak baru yang dipenuhi ketidakpastian bagi Timur Tengah.

    Keputusan Presiden Trum untuk menerapkan sanksi kembali atas Iran, cenderung mengetatkan sisi suplai pasar minyak dan bisa menggagalkan berbagai kesepakatan dagang senilai milyaran Dolar AS. Namun, perhatian saat ini terletak pada bagaimana sanksi semacam itu akan berdampak bagi perekonomian AS dan dunia secara keseluruhan.

    Kenaikan harga minyak bisa mendorong laju CPI di Amerika Serikat. Sekarang saja Data Core CPI telah mencapai 2.1 persen, lebih tinggi dibanding target yang telah ditentukan oleh Fed; sehingga kemungkinan dapat membuatnya menaikkan suku bunga lebih cepat dibanding ekspektasi.

    Mengenai apakah momentum kenaikan harga minyak akan berkelanjutan atau tidak, ACY menilai perlu diperhatikan rapat OPEC berikutnya pada bulan Juni. Pada saat itu, akan diputuskan apakah kesepakatan pemangkasan output akan diperpanjang hingga tahun 2019, setelah kadaluwarsa pada akhir tahun 2018.


    Outlook Teknikal WTI

    Pada grafik Daily, kita bisa melihat pergerakan naik yang kuat dan terus menerus pada WTI. Dalam sudut pandang lebih luas, reli telah berlangsung selama nyaris setahun.

    Grafik WTICOUSD Daily

    [​IMG]

    Sebagaimana ditampilkan pada grafik, pergerakan naik berlangsung dalam channel yang terbentuk sejak Februari. Karena batas atas Channel mencegah harga untuk breakout, maka ACY memperkirakan WTI akan cenderung mundur sedikit pada jangka waktu sangat pendek hingga mencapai support pada MA20. Namun, bila breakout benar-benar terjadi, maka dapat memicu kenaikan dengan laju lebih cepat.

    Dengan memantau juga indikator CCI (14), nampak bahwa pergerakan mundur didukung pula oleh ambang 100. Jika indikator CCI mundur lagi ke area jenuh beli (overbought), maka aksi jual bisa menjadi opsi berikutnya bagi investor.

    Sumber : https://www.acy.com/category/market-analysis?affiliate=12229
  2. djamirun_aje

    djamirun_aje New Member

    NZD/USD Mungkin Lanjutkan Penurunan Setelah Putusan RBNZ

    Dolar New Zealand melanjutkan momentum penurunannya hingga mencapai level terendah satu sesi sejak pertengahan Desember. Mata uang ini diperdagangkan pada $0.6922 terhadap Dolar AS per pukul 11:30 AM waktu Sydney, setelah bank sentral New Zealand (RBNZ) membiarkan suku bunga tetap pada rekor terendah dan membuka kemungkinan pemangkasan suku bunga, karena inflasi masih lemah.

    Pada hari Kamis, Gubernur RBNZ Adrian Orr memutuskan untuk membiarkan Official Cash Rate tetap pada 1.75 persen, dan mengatakan takkan merubahnya untuk waktu cukup lama. ACY mencatat, RBNZ menunda perkiraan waktu kenaikan OCR dari kuartal dua ke kuartal tiga tahun 2019.

    Inflasi New Zealand melambat lebih jauh pada kuartal pertama tahun 2018 ke 1.1 persen, setelah meningkat 1.6 persen pada kuartal sebelumnya. Sementara itu, GDP melaju 0.6 persen di kuartal keempat tahun 2017, tetapi sedikit di bawah ekspektasi pertumbuhan 0.7 persen yang diharapkan konsensus. Dalam situasi seperti ini, membiarkan suku bunga tetap pada rekor level terendah, akan mendukung ketenagakerjaan dan stabilitas harga yang lebih baik.

    Outlook Teknikal NZD/USD

    Dalam jangka pendek, ACY memperkriakan, suku bunga tetap kemungkinan akan mengakibatkan penurunan terus-menerus bagi NZD/USD. Secara teknikal, Descending Channel yang agresif telah mendorong pasangan mata uang ini turun dengan laju moderat, dan kemungkinan akan memperpanjang momentumnya untuk beberapa waktu lagi.

    Chart 1: NZDUSD Daily

    [​IMG]

    Dari level harga sekarang, support terdekat terletak pada kombinasi antara batas bawah Channel dan level 0.6897 yang sebelumnya tercapai sebagai high pada akhir November. Namun, divergen RSI yang positif menunjukkan adanya potensi pembalikan (reversal). Apabila RSI tembus dari level terendah sesi sebelumnya, maka penurunan lebih lanjut kemungkinan akan kembali terjadi.

    Sumber : https://www.acy.com/category/market-analysis?affiliate=12229
  3. djamirun_aje

    djamirun_aje New Member

    USD/CAD Terhuyung-huyung Seiring Mundurnya Dolar

    Dolar Kanada menunda momentum kenaikannya untuk dua hari beruntun, meski Indeks Dolar AS terus mundur hingga 92.34. USD/CAD diperdagangkan 0.19 persen lebih tinggi pada C$1.2791, kehilangan momentum penurunannya, karena Loonie melemah lebih parah ketimbang Greenback.

    Kanada gagal menggalang lapangan kerja baru pada bulan April; bukannya mencatatkan kenaikan 20,000 sesuai ekspektasi, justru kehilangan 1,100 pekerjaan dalam sebulan. Namun, tingkat pengangguran tetap berada di level terendah dalam empat dekade dan gaji karyawan terakselerasi, sehingga mensinyalkan pasar tenaga kerja yang ketat. Ini merupakan kedua kalinya perekonomian tak menciptakan lowongan sejak pertengahan 2016. Meski begitu, satu hal dapat dipandang positif: penurunan khususnya terjadi pada pekerjaan paruh waktu, yaitu sebanyak 30,000. Sementara itu, pekerjaan full-time mengalami kenaikan sebesar 28,000.

    Outlook pasangan mata uang tersebut untuk pekan ini akan berfokus pada performa Amerika Serikat pada penjualan ritel, yang diperkirakan akan mencapai 0.3 persen dibanding 0.6 persen pada periode sebelumnya. Kemudian CPI Kanada akan dirilis pada hari Jumat, dengan ekspektasi sama dengan pencapaian 2.3 persen pada periode sebelumnya.

    Dolar bertahan stabil pada hari Senin, meski relinya baru-baru ini kehilangan daya sehubungan dengan mengendurnya yield obligasi AS. Dalam catatan ACY, Investor mengurangi ekspektasi akan dirilisnya serangkaian kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve dalam tempo cepat.

    Outlook Teknikal USD/CAD

    Pada grafik Daily, USD/CAD menemukan support pada Fibonacci Retracement 38.2% setelah dua hari beruntun turun signifikan. Karena tak ada banyak ruang antara Retracement 50.0% dan 38.2%, maka ACY menyarankan investor untuk lebih sabar dalam memutuskan untuk memilih suatu arah tertentu.

    Grafik USD/CAD Daily

    [​IMG]

    Disertai dengan penggunaan indikator Stochastic Oscillator untuk memprediksi pergerakan berikutnya, nampak bahwa posisi terletak di area jenuh jual (oversold). Di sini, aksi beli harus disiapkan begitu arahnya berbalik ke atas 20. Namun, jika pergerakan USD/CAD jatuh lebih jauh dan tembus Retracement 38.2%, maka aksi jual bisa menjadi opsi yang bagus.


    Sumber : https://www.acy.com/category/market-analysis?affiliate=12229
  4. djamirun_aje

    djamirun_aje New Member

    Nasdaq Naik Lagi Di Tengah Meredanya Ketegangan Dagang AS-China

    Pasar saham Amerika Serikat memperpanjang kenaikannya untuk hari kedelapan beruntun, karena ketegangan perdagangan antara China dan AS mereda. Kedua pihak bersedia terus bernegosiasi pasca sebuah rapat yang digelar awal bulan ini di Beijing.

    Index Nasdaq 100 melejit pada hari Senin, setelah Presiden Trump mengambil langkah rekonsiliasi guna membantu perusahaan China pembuat perangkat telekomunikasi, ZTE, kembali beroperasi.

    Indeks tersebut kemudian memangkas kenaikannya, lantaran Menteri Perdagangan Wilbur Ross mengatakan bahwa AS mencari jalan alternatif untuk menghukum ZTE Corp atas pelanggaran hukum yang dilakukannya secara terpisah dari negosiasi perdagangan. Namun, setelah bias lebih ringan yang ditunjukkan Trump dalam hal sanksi atas ZTE, saham-saham sejumlah perusahaan suplai AS yang berkaitan dengan ZTE meningkat dengan cepat, termasuk Qualcomm Corp, Lumentum Corp, and Intel Corp; sehingga indeks-indeks teknologi terdorong tinggi pada hari Senin.

    Pada hari Selasa, ACY mencatat indeks mundur sedikit dalam perdagangan intraday, boleh jadi karena dipengaruhi oleh pernyataan Ross. Di grafik Daily, indeks Nasdaq 100 menyentuh level tertinggi dua bulan dan berupaya menggapai batas atas Ascending Channel. Akan tetapi, support jangka pendek pada MA5 telah terbentuk di sekitar 6930.0, dan breakout ke level yang lebih rendah akan mengungkap support berikutnya pada 6846.7. Dari sini, resisten jangka pendek adalah sekitar 7017.5. Kenaikan lebih tinggi akan mengungkap level tertinggi satu sesi pada 7187.7.


    Grafik NASDAQ 100 Daily

    [​IMG]

    Lonjakan indeks baru-baru ini mendorong Relative Strenght Index (RSI 7) ke area jenuh jual (overbought), menunjukkan performa kuat. Dalam pandangan ACY, investor yang akan melakukan short-selling (buka posisi sell), bisa masuk ke pasar setelah RSI mundur ke bawah 70.


    Sumber : https://www.acy.com/category/market-analysis?affiliate=12229
  5. djamirun_aje

    djamirun_aje New Member

    EUR/USD Kemungkinan Terus Menurun Di Tengah Perlambatan Ekonomi

    Euro tumbang pada hari Selasa; hari penurunan keduanya setelah gagal reli. Mata uang ini merosot sekitar 0.75 persen ke $1.18363 terhadap Dolar AS. Penurunan EUR/USD terjadi karena perekonomian Zona Euro melambat pada kuartal pertama.

    Data dari kantor statistik Uni Eropa, Eurostat, menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Zona Euro melambat pada tiga bulan pertama tahun ini, dan hasil produksi industri pada bulan Maret lebih lemah dibanding ekspektasi. GDP Zona Euro tumbuh 2.5 persen year-on-year, sejalan dengan estimasi sebelumnya, sekaligus lebih rendah dari pencapaian periode sebelumnya.

    Eurostat juga mengatakan bahwa produksi industri naik 0.5 persen month-on-month pada bulan Maret, lebih rendah dari estimasi pasar yang mengharapkan kenaikan 0.7 persen. Secara year-on-year, produksi meningkat 3 persen pada bulan Maret; padahal diekspektasikan naik 3.7 persen.


    Outlook Teknikal EUR/USD

    Pada grafik Daily, outlook EUR/USD tetap dalam tren menurun yang dihalangi Fibonacci Retracement 61.8%, setelah gagal reli ke atas Moving Average 200-Day. Lebih dari itu, perlintasan (crossover) antara Moving Average 200-Day dan Moving Average 20-Day kemungkinan memicu kemerosotan lebih lanjut. Apabila hal itu terjadi, maka ACY memperkirakan, level support yang bertepatan dengan low tanggal 12 Desember bisa menghentikan pergerakan bearish.

    [​IMG]

    Dengan menggunakan alat Cycle Lines untuk menemukan siklus pasar dari pasangan mata uang ini, kita menarik garis berdasarkan sejumlah level rendah yang dapat ditemukan di atas grafik. Dapat dilihat bahwa ada beberapa ruang horizontal untuk menuju garis vertikal berikutnya yang tercipta ketika Cycle Lines menyentuh level terendah. Secara keseluruhan, ACY memprediksi EUR/USD akan terus menurun dalam pekan ini.

    Sumber : https://www.acy.com/category/market-analysis?affiliate=12229
  6. djamirun_aje

    djamirun_aje New Member

    Dolar Australia Bisa Gagal Rebound Karena Kebijakan Moneter Tetap

    Dolar Australia siap naik pada hari Rabu dan menunjukkan penguatan, nyaris menghapus penurunan yang dialami pada hari sebelumnya, meskipun Dolar AS mengalami kenaikan tipis. Sebelum AUD/USD sampai pada levelnya sekarang, pasangan mata uang ini telah mengalami downtrend sejak akhir Januari. Sejak saat itu, Price Channel yang terus menurun telah terbentuk, dengan batas bawah tertembus pada akhir April. Kemudian pasangan mata uang ini turun terus hingga posisinya sekarang.

    Amati data ketenagakerjaan Australia bulan April pada sesi perdagangan Asia hari Kamis. Tingkat Pengangguran diperkirakan akan tetap pada 5.5 persen; dengan Employment Change diprediksikan 20,000, atau lebih tinggi dibanding sebelumnya. Namun demikian, potensi AUD/USD untuk rebound bisa jadi berkurang jika data-data tersebut tidak secara signifikan mengubah ekspektasi kebijakan moneter RBA. Hal ini bisa terjadi, karena bank sentral tersebut telah mengungkapkan kembali pada awal pekan ini bahwa mereka tidak melihat kemungkinan penyesuaian kebijakan dalam jangka pendek, pada notulen rapat mereka.

    Jika kita memantau grafik Daily pada indeks Dolar AS, nampak bahwa indeks berupaya menembus resisten penting yang terbentuk dari high minggu lalu di sekitar 93.23. Apabila pergerakannya berhasil meninggi, maka ACY memproyeksikan target berikutnya ada pada high 12 Desember di sekitar 94.21, sekaligus meningkatkan tekanan downtrend bagi AUD/USD dalam beberapa hari ke depan.

    Grafik 1: USD Index Daily

    [​IMG]

    Meskipun demikian, jika indeks Dolar AS mundur saat mendekati resisten, maka AUD/USD bisa memperpanjang kenaikannya saat ini untuk menembus batas bawah Price Channel. Secara keseluruhan, pasangan mata uang ini berada pada posisi dimana investor mesti lebih bersabar. Namun, jika dipertimbangkan bersamaan dengan fakta bahwa kebijakan moneter Australia tak mengalami perubahan, maka ACY menilai Dolar Aussie memiliki lebih banyak kemungkinan untuk mundur lagi.

    Grafik 2: AUDUSD Daily

    [​IMG]
    Sumber : https://www.acy.com/category/market-analysis?affiliate=12229
  7. djamirun_aje

    djamirun_aje New Member

    Yen Nyaris Capai Level Terendah 4 Bulan Karena Lonjakan Yield UST

    Yen Jepang merosot terus selama empat hari beruntun, sehingga nyaris mencapai level terendah empat bulan karena Dolar AS menunjukkan penguatan baru-baru ini. USD/JPY masih bergerak dalam arus downtrend setelah pengukuran inflasi oleh Bank of Japan menunjukkan penurunan untuk dua bulan berturut-turut pada April. Hal itu menggarisbawahi kesulitan yang dialami bank sentral untuk mencapai target inflasi 2 persen.

    Penurunan laju inflasi Jepang yang terakhir ini kemungkinan akan meningkatkan kekhawatiran mengenai keberlanjutan program stimulusnya, yang oleh banyak orang dianggap telah mencapai batas kekuatannya dan hasilnya mulai menurun (diminishing returns). ACY mencatat, performa yang lemah seperti itu bisa memangkas forecast mengenai kapan BoJ akan memulai pengetatan kebijakan.

    "Inflasi Jepang kemungkinan akan terus lesu dalam bukan-bulan mendatang," kata Shinichiro Kobayashi, seorang ekonom di Mitsubishi UFJ Research & Consulting, "Dukungan dari harga-harga energi (bagi inflasi) memudar dan tak ada tanda-tanda perubahan dalam perilaku penentuan harga korporasi ke arah kenaikan harga."

    Sementara itu, dengan tangguhnya kondisi ekonomi AS, yield obligasi AS (US Treasury) telah melesat ke 3.12 persen pada hari Kamis, rekor tertinggi sejak 2011, sehingga mendorong Dolar AS naik dan kemungkinan menekan perekonomian negara-negara berkembang.


    Grafik USDJPY Daily

    [​IMG]

    Pada grafik Daily, USD/JPY telah berkonsolidasi dalam Ascending Price Channel yang telah dimulai sejak akhir Maret. Namun demikian, kenaikan intraday pada hari Jumat mendorong pasangan mata uang ini ke depan resisten yang bertempat pada Fibonacci Retracement 61.8%. Pada titik ini, ACY menyarankan investor menunggu pergerakan berikutnya dari USD/JPY, guna mengikuti tren untuk mendapatkan profit.

    Sumber : https://www.acy.com/category/market-analysis?affiliate=12229
  8. djamirun_aje

    djamirun_aje New Member

    S&P 500 Dibuka Pada Level Tinggi Setelah Ditangguhkannya Perang Dagang

    Pasar saham AS dibuka pada level tinggi di hari Senin pagi, setelah Amerika Serikat dan China mencapai kesepakatan tentang masalah perdagangan pada hari Sabtu. Pemerintahan Trump takkan menerapkan bea impor atas produk-produk China untuk sementara ini. Sebelumnya, AS berencana mematok tarif atas USD150 milyar produk China untuk menghukum Beijing atas tuduhan praktek dagang tak adil dan pelanggaran hak milik intelektual Amerika.

    Pada hari Minggu, Menteri Keuangan AS, Steven Mnuchin, mengatakan, perang dagang AS dengan China "ditunda" setelah kedua pihak setuju menarik ancaman bea impor mereka sembari menggarap perjanjian dagang yang lebih luas. Pernyataannya akan memberikan kelegaan bagi investor yang sempat khawatir kedua negara ekonomi terbesar itu berada di tepi perang dagang yang berpotensi melumpuhkan pemulihan global terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

    Dalam pernyataan yang dirilis bersama, China mengajukan rencana untuk menaikkan pembelian barang dan jasa AS secara signifikan, khususnya dari sektor pertanian dan energi. Dalam hal ini, korporasi AS dari sektor-sektor tersebut kemungkinan akan mendapatkan keuntungan lebih besar dari ekspor ke China, sehingga menghasilkan harga saham yang lebih tinggi.

    Kejatuhan yield US Treasury 10-tahunan dari puncaknya pada 3.12%, kemungkinan akan mendorong pasar saham naik dalam jangka pendek. Namun, posisinya yang berada di atas 3% tetap bakal membebani kinerja pasar saham untuk jangka menengah dan panjang.

    Indeks S&P 500 dibuka pada level tinggi, sekitar 0.7% di atas harga penutupan sebelumnya. ACY mencatat, walaupun meredanya ketegangan dagang bagus untuk mendorong pasar naik, tetapi Fibonacci Retracement 61.8% menghalangi di atas posisi saat ini, sebagaimana nampak pada grafik Daily. Apabila breakout sukses terjadi nanti, maka akan mengungkap resisten berikutnya yang bertempat pada batas atas Channel yang belum berhasil ditembus sejak akhir Maret.

    Grafik S&P500 Daily

    [​IMG]

    Menurut RSI (7) dan Stochastic Oscillator, pergerakan saat ini menunjukkan pembalikan (reversal) dari downtrend. Dalam pandangan ACY, hal ini mengindikasikan kelanjutan kenaikan harga pada outlook Weekly.

    Sumber : https://www.acy.com/category/market-analysis?affiliate=12229
  9. djamirun_aje

    djamirun_aje New Member

    GBP/USD Cenderung Turun Hingga Retracement 50.0

    Pound Inggris telah mengalami kenaikan tipis setelah merosot dua hari beruntun terhadap Dolar AS. Namun, nampaknya, Pound melanjutkan momentum penurunan setelah beristirahat selama lebih dari sepekan. Harga intraday untuk GBP/USD turun 0.15 persen ke 1.34084 pada pukul 1:00 PM di Sydney.

    Outlook mingguan untuk pasangan mata uang ini perlu dipantau dengan mengamati data-data yang akan datang. Menurut Bloomberg News, perkiraan konsensus menyebutkan inflasi akan naik +0.5% dari +0.1% (m/m) dan tetap pada +2.5% (y/y).

    Demikian pula, Core CPI diekspektasikan meningkat ke +2.2% dari +2.3% (y/y). Laju inflasi telah dijinakkan lebih cepat dibanding perkiraan para pengambil kebijakan, dan sejalan dengan perlambatan pertumbuhan di kuartal pertama tahun 2018. Dengan begitu, sepertinya Bank of England kini dalam mode menunggu informasi lebih lanjut sebelum memberikan sinyal mengenai perubahan suku bunga berikutnya.

    Info penting lainnya adalah GDP kuartal pertama yang akan dirilis hari Jumat. Rilisan kedua GDP Inggris kuartal I/2018 diprediksi akan menunjukkan pertumbuhan ekonomi sebanyak +1.2% dalam basis tahunan, sama dengan laporan yang terdahulu. ACY mencatat, hal ini berarti pertumbuhan Inggris tetap pada kondisi terlemahnya sejak 2012. Akibatnya, ada situasi stagflasi mini terjadi.

    Outlook Teknikal GBP/USD

    Pada grafik Daily, pergerakan harga untuk pasangan ini cenderung memperpanjang penurunan untuk menemui support pada Fibonacci Retracement 50.0%. Namun, karena DXY juga akan menghadapi resisten penting pada Retracement 38.2%, pasangan mata uang GBP/USD bisa reli setelah menyentuh level 50.0% dekat 1.3329.

    Grafik GBP/USD Daily

    [​IMG]

    Performa yang lemah telah mendorong Stochastic Oscillator menurun ke sesi jenuh jual (oversold). ACY menyarankan agar segera setelah Oscillator berbalik ke atas 20, investor mempertimbangkan untuk melakukan buy.

    Sumber : https://www.acy.com/category/market-analysis?affiliate=12229
  10. djamirun_aje

    djamirun_aje New Member

    Bisakah Euro Reli Jelang Rilis Data Durable Goods Order?

    Euro merosot dahsyat, sekitar 0.7 persen ke penutupan pada $1.16950, level terendahnya sejak pertengahan November. Penurunan tajam disebabkan karena rilis notulen FOMC bulan Mei memberikan sinyal akan menaikkan suku bunga pada rapat bulan Juni, tetapi tidak mengkonfirmasi apakah setelahnya akan menaikkan satu atau dua kali lagi dalam tahun ini.

    Bank sentral masih dalam jalur normalisasi kebijakan moneter, sehingga kemungkinan mendorong indeks Dolar AS (DXY) naik dalam jangka panjang. Oleh karenanya, ACY menilai kita bisa mengharapkan Dolar AS berperforma kuat sepanjang sisa tahun ini.

    Inflasi tahunan naik dengan laju 2 persen pada bulan Maret, sesuai dengan target FOMC (komite kebijakan moneter bank sentral AS). Hal ini juga mendorong Fed untuk mematok suku bunga lebih tinggi, guna mendinginkan potensi "overheating" dalam perekonomian. Level harga minyak yang tinggi baru-baru ini telah berkontribusi besar untuk melesatkan CPI.

    Outlook Teknikal EUR/USD

    Grafik EUR/USD Daily

    [​IMG]

    Pada grafik Daily, penurunan cepat EUR/USD kemarin telah membawanya keluar dari level terendah sejak 12 Desember, sehingga pasangan ini rentan merosot lebih jauh. Reli hari ini membawa harapan untuk rebound, tetapi menghadapi resisten yang bertempat di level rendah 12 Desember. Apabila EUR/USD gagal tembus ke atas, maka ACY memperkirakan pasangan mata uang ini bisa berbalik untuk menemui support di level harga terendah sejak 7 November.

    Sumber : https://www.acy.com/category/market-analysis?affiliate=12229
  11. djamirun_aje

    djamirun_aje New Member

    Dow Bisa Lanjut Naik Meski Trump Batal Bertemu Kim

    Dow Jones Industrial Average (DJIA) memangkas penurunan sebanyak 0.2 persen dan ditutup pada 24792.5 poin, setelah Korea Utara mengatakan bahwa mereka masih bersedia berunding dengan Amerika Serikat kapan saja. Sebelumnya, pada hari Kamis (waktu Sydney), Presiden AS Trump memutuskan untuk membatakan pertemuan dengan Kim Jong Un pada tanggal 12 Juni, dengan mengatakan bahwa ini bukanlah waktu yang tepat untuk berjumpa dengan komentar-komentar negatif Kim.

    Pada sesi perdagangan sebelumnya di hari Kamis, indeks ini sempat menurun serendah 24576.1, setelah Trump menyebut gagalnya pertemuan tingkat tingginya sebagai kemunduran bagi Korea Utara dan dunia, serta menyatakan bahwa militer AS siap jika diperlukan untuk menghadapi konflik di semenanjung Korea.

    Price Action pada Dolar AS bergerak mundur dari resisten setelah rilis notulen rapat FOMC. Pada notulen tersebut, para pejabat Fed memberikan sinyal akan menaikkan suku bunga pada bulan Juni, tetapi masih menyiratkan nada dovish bagi normalisasi kebijakan moneter lebih lanjut. DXY diekspektasikan tepat berada pada tren naik, karena kenaikan sebanyak 2 atau 3 kali lagi akan dilakukan sepanjang sisa tahun ini.

    Dalam jangka pendek, pasar saham AS akan bergantung pada kemana arah ketegangan AS - Korea Utara bergerak. Trump masih menyimpan harapan bahwa pertemuan 12 Juni di Singapura bisa kembali diadakan atau ditunda ke waktu berbeda, tetapi seorang pejabat administrasi senior meremehkan kemungkinan pertemuan tanggal 12 Juni bisa diadakan sesuai rencana. Di sisi lain, ketegangan dagang dengan China yang nampaknya mereda setelah sebuah pertemuan di Washington, bisa mengantarkan pada kenaikan di pasar saham.

    Meski demikian, pada jangka panjang, ACY menilai tren bullish yang diekspektasikan akan terjadi pada Dolar AS bisa membebani pergerakan indeks-indeks saham. Namun, sementara itu, situasi ekonomi, khususnya profitabilitas korporasi, bisa menentukan pergerakan saham.

    Grafik US30 4-Hour

    [​IMG]

    Pada grafik 4-Hour, Dow Jones Industrial Average berkonsolidasi dalam Ascending Price Channel yang dimulai pada 23 Mei dan kian menyempit. Setelah didorong hingga mendekati support pada Fibonacci Retracement 23.6% dekat 24689, ACY memperkirakan indeks akan mengincar level tinggi 14 Mei pada 24956.2. Jika berhasil breakout dari sini, maka akan mengungkap resisten berikutnya pada 25069.7.

    Di lain pihak, jika indeks mundur dari 24956.2 dan bergerak ke level lebih rendah dari Disjoint Angle, maka bisa mengungkap support pada Fibonacci Retracement 23.6%.

    Sumber : https://www.acy.com/category/market-analysis?affiliate=12229
  12. djamirun_aje

    djamirun_aje New Member

    Euro Melesat Di Tengah Melonggarnya Krisis Politik Italia

    Euro reli signifikan dari level terendah 9 bulan dan menetap pada $1.1661 terhadap Dolar AS di hari Rabu, karena kekhawatiran pasar mengenai krisis politik Italia nampaknya mereda.

    Presiden Italia Sergio Mattarella mengadakan diskusi informal lagi di Roma bersama Cottarelli dan pimpinan 5-Star Movement, Luigi Di Maio. Intinya, tim pemerintahan teknokrat Cottarelli sudah siap, tetapi ia dan Mattarella memberikan lebih banyak waktu pada partai-partai populis untuk mencapai kesepakatan.

    Pertumbuhan ekonomi AS sedikit melamat dengan pertumbuhan pada laju tahunan 2.2 persen di kuartal pertama, karena belanja konsumen meningkat dengan laju terlamban dalam nyaris lima tahun. Namun demikian, ACY mencatat, aktivitas ekonomi sudah mulai menanjak di tengah pengetatan pasar tenaga kerja dan pemangkasan pajak.

    Di sisi lain, Jerman menunjukkan kondisi ekonomi tangguh, disinyalkan dengan CPI year-on-year yang lebih baik dibanding ekspektasi di bulan Mei. Data CPI dinyatakan meningkat 2.2 persen, lebih tinggi dibanding 1.6 persen di periode sebelumnya. Tingginya laju pertumbuhan CPI hingga mencapai level tertinggi 15 bulan, membantu mendongkrak inflasi Zona Euro kembali ke target 2 persen.

    Data-data juga menunjukkan pasar tenaga kerja yang kuat di Jerman, dengan laju pengangguran lebih rendah pada 5.2 persen; serta pembukaan 11,000 pekerjaan di bulan Mei, setelah kenaikan lapangan kerja sebanyak 8,000 di bulan April.

    Grafik EURUSD Daily

    [​IMG]

    Pada grafik Daily, EUR/USD melesat untuk menghapus kemerosotan hari sebelumnya cenderung menunjukkan potensi reversal (pembalikan harga) dengan didukung oleh Fibonacci Retracement 100.0% dekat 1.552 dan melonggarnya ketegangan politik di Italia. Dalam pandangan ACY, kenaikan harga intraday membuat pasangan mata uang ini menghadapi resisten kunci yang bertempat pada low 12 Desember di 1.17164. Breakout dari level ini mengungkap Moving Average 20-Day yang akan dihadapi berikutnya.

    Sumber : https://www.acy.com/category/market-analysis?affiliate=12229
  13. djamirun_aje

    djamirun_aje New Member

    Breakout AUD Bisa Sinyalkan Kenaikan Jelang Putusan RBA

    Dolar Australia hanya melandai 0.03 persen dan menetap pada 0.75648 terhadap Dolar AS pada hari Jumat. Sementara itu, harga intraday sepanjang hari itu menurun serendah $0.75137 dikarenakan kenaikan Greenback setelah data menunjukkan ketenagakerjaan AS tetap dalam laju pertumbuhan yang tetap sehat.

    Data Departemen Ketenagakerjaan hari Jumat menampilkan perekonomian AS menambah 223,000 pekerjaan di bulan Mei, lebih tinggi dibandingkan perkiraan sekaligus mengantarkan total kenaikan payroll tahun ini ke lebih dari 1 juta. Sementara itu, tingkat pengangguran yang jatuh ke 3.8 persen, menyentuh level terendah sejak April 2000, bergerak makin jauh dari level 4.5 persen yang dipandang bisa berkelajutan dalam jangka panjang oleh para pejabat Federal Reserve. Rerata pendapatan per jam naik lebih tinggi dibanding ekspektasi pada 2.7 persen dibanding setahun lalu, membantu mendorong inflasi naik lebih cepat.

    Untuk saat ini, pasar tenaga kerja yang kuat akan terus menjadi mesin pertumbuhan ekonomi, dan data memperkuat ekspektasi pejabat Fed akan menaikkan suku bunga. Dalam pertemuan tanggal 12-13 Juni, Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga sebesar 0.15 persen ke batas atas maupun batas bawah kisaran bunga acuan.

    Peristiwa penting Australia yang perlu diamati adalah keputusan suku bunga RBA yang dijadwalkan rilis pada hari Selasa, serta Gross Domestic Product yang akan diluncurkan pada hari Rabu. Banyak perkiraan bahwa RBA akan membiarkan suku bunga tetap pada 1.50 persen; sedangkan GDP diprediksi akan mencapai 2.7 persen, lebih tinggi dari 2.4 persen di periode sebelumnya. Oleh karenanya, menurut ACY, jika data aktual sesuai ekspektasi, maka outlook mingguan untuk AUD akan terapresiasi.

    Grafik AUD/USD Daily

    [​IMG]

    Pada grafik Daily, harga intraday untuk AUD/USD adalah 0.7609 per pukul 2:50 pm di Sydney, sudah tembus dari resisten penting pada Fibonacci Retracement 23.6%. Nantinya, pasangan mata uang ini diekspektasikan naik lebih lanjut untuk menguji resisten lain dekat 0.76494. Apabila terjadi, maka ACY menilai breakout ini akan menyingkap resisten berikutnya di level 38.2%.

    Kondisi uptrend yang nampak pada Demarker Oscillator, sebagaimana terlihat pada 0.5474 dan meningkat terus dengan laju cepat, memperkuat kekuatan naik yang membuat AUD/USD lebih pesat.

    Sumber : https://www.acy.com/category/market-analysis?affiliate=12229
  14. djamirun_aje

    djamirun_aje New Member

    NZD/USD Jangka Pendek Kemungkinan Pertahankan Momentum Naik


    Pada grafik Daily, NZD/USD melesat setelah berfluktuasi di atas 0.6979 (Retracement 23.6%) selama dua hari, bertepatan ketika perlintasan antara MA20 dan MA5 bersiap-siap mendorong pasangan mata uang ini meningkat. Harga intraday untuk hari ini masih terus meningkat, tetapi nampaknya kesulitan untuk naik lebih tinggi karena ada halangan resisten dekat 0.7059 (Retracement 38.2%).

    Apabila NZD/USD gagal untuk breakout ke level yang lebih tinggi, maka sejumlah Retracement bisa terjadi dalam beberapa hari ke depan. Namun demikian, level rendah RSI yang makin tinggi dan peningkatan MACD menunjukkan momentum Bullish bisa jadi berlangsung untuk periode yang lebih lama. Bilamana pasangan mata uang ini terus meningkat, maka bisa jadi ada titik di mana kita perlu berhati-hati. Selain itu, sebaiknya mulai pertimbangkan aksi jual ketika RSI yang berada di area overbought mundur ke 70.


    Grafik NZD/USD Daily

    [​IMG]

    Berpaling ke grafik Daily DXY, kita bisa menemukan adanya divergen RSI negatif dan menunjukkan bahwa momentum kenaikan berkurang. Hal ini mendukung NZD/USD untuk naik lebih lanjut dalam jangka pendek, sesuai dengan prediksi ACY di paragraf sebelumnya.

    Selain itu, DXY telah telah bergumul di bawah Fibonacci Retracement 38.2% selama beberapa hari. Artinya, resisten di depan cukup sulit ditembus dan Greenback kemungkinan mundur untuk menemukan support dekat 93.214.

    Grafik Indeks Dolar AS (DXY) Daily

    [​IMG]

    Secara keseluruhan, ACY memperkirakan DXY takkan bertahan dalam uptrend pekan ini. Namun, kenaikan dalam jangka panjang kemungkinan berlanjut berdasarkan tangguhnya kinerja ekonomi di Amerika Serikat, sehingga ini kemungkinan membuat NZD/USD tetap di bawah tekanan.

    Sumber : https://www.acy.com/category/market-analysis?affiliate=12229
  15. djamirun_aje

    djamirun_aje New Member

    Tren AUD/USD Mingguan Bisa Berbalik Ke Bawah

    Sebagaimana sudah dibahas pada artikel sebelumnya, outlook jangka pendek untuk pergerakan harian AUD/USD boleh jadi dihalangi oleh resisten kunci yang bertempat pada high dan low sesi sebelumnya dekat 0.7649. Ternyata ini benar-benar terjadi.

    Sejak awal Februari tahun ini, ACY melihat momentum menurun pasangan mata uang tersebut telah terbentuk, meskipun sempat mencuat naik selama nyaris dua minggu. Harga intraday berupaya menanjak lebih tinggi untuk menembus batas atas pada Channel ini. Namun, berdasarkan posisi DXY saat ini yang boleh jadi akan menemukan support pada Moving Average 20, upaya breakout AUD/USD bisa gagal dan kemudian mundur ke 0.7583 (Retracement 23.6%). Selain itu, divergen negatif RSI menunjukkan bahwa momentum penguatan jangka pendek telah sirna.

    Grafik 1: AUD/USD Daily

    [​IMG]

    Terkait dengan pergerakan pada timeframe 1 jam, AUD/USD sedang menguji resisten kunci (Retracement 61.8%) yang pernah sekali menariknya. Namun, sepertinya AUD/USD tak memiliki cukup kekuatan untuk breakout. Potensi kemunduran akan menemukan support pada batas bawah Ascending Channel berwarna biru, sedangkan apabila terjadi breakout maka akan mengungkap level support lainnya pada Fibonacci Retracement 50.0%. Menurut ACY, prediksi penurunan dalam beberapa jam ke depan juga didukung oleh RSI yang tengah menghadapi halangan pada level tinggi sebelumnya.

    Grafik 2: AUD/USD 1-Hour

    [​IMG]

    Sumber : https://www.acy.com/category/market-analysis?affiliate=12229
  16. djamirun_aje

    djamirun_aje New Member

    Harga Minyak Terus Merosot Karena Stok Menumpuk Di AS

    West Texas Intermediate untuk pengiriman bulan Juli jatuh 47 sen ke penutupan pada $64.961 per barel pada hari Rabu, level terendahnya dalam nyaris dua bulan; setelah mundur dari rekor tertinggi sejak 2014. Harga minyak menurun lebih lanjut setelah laporan pemerintah AS menampilkan peningkatan stok minyak mentah domestik secara tak terduga.

    Menurut Energy Information Administration (EIA), inventori minyak mentah AS meningkat sebanyak 2.07 juta barel pada pekan lalu. Di periode yang sama, stok gasolin meningkat dalam jumlah terbanyak sejak bulan Desember, karena permintaan atas BBM melemah. Peningkatan pada sisi pasokan di Amerika Serikat menekan harga minyak, sedangkan permintaan Pemerintah AS agar OPEC meningkatkan output sebanyak 1 juta barel per hari (bph) juga membebani harga.

    Pada grafik Daily, penurunan baru-baru ini telah menekan harga minyak ke Cloud Ichimoku, sehingga membuka peluang berlanjutnya kemerosotan ketika pergerakan harga menembus ke bawah Cloud. Setelah itu, level support kunci dekat level rendah sebelumnya (61.769) akan nampak.

    Namun demikian, dalam pantauan ACY,divergen positif RSI memberitahukan hal berbeda. Apabila harga minyak gagal merosot lebih jauh dan mendapatkan dukungan tambahan dari Cloud, maka divergen bullish RSI kemungkinan menggerakkan aksi pembalikan harga (reversal), disertai dengan dorongan potensial dari area oversold.

    Grafik WTICOUSD Daily

    [​IMG]

    Sementara pada grafik Hourly, harga telah berfluktuasi dalam kisaran antara 65.90 ke 64.20, tempatnya menemukan overlap dengan wilayah antara Fibonacci Retracement 38.2% dan 0.0%. Pergerakan Hourly mundur setelah menguji Retracement 23.6% dan karenanya ACY mengekspektasikannya untuk jatuh selama beberapa jam ke depan menuju low dekat 64.20.

    Grafik WTICOUSD 1-Hour

    [​IMG]

    Sumber : https://www.acy.com/category/market-analysis?affiliate=12229
  17. djamirun_aje

    djamirun_aje New Member

    Outlook USD/CAD Jangka Pendek Dan Jangka Panjang

    Dolar Kanada jatuh ke level terendah mingguan terhadap Greenback, meskipun indeks Dolar AS (DXY) telah mundur selama empat hari beruntun ke 93.39 pada hari Kamis. USD/CAD naik 28 basis poin ke penutupan pada C$1.29709, berupaya menguji resisten dekat 1.2990 yang sempat dihampiri oleh beberapa level tinggi sebelumnya.

    Dari perspektif fundamental, kita bisa menyaksikan sejumlah data penting untuk pasar ketenagakerjaan Kanada akan dirilis pada hari Jumat, termasuk perubahan netto lapangan kerja (Net Change in Employment) dan tingkat pengangguran (Unemployment Rate). Angka sebelumnya untuk perubahan netto lapangan kerja jatuh sebanyak 1,1000, sedangkan data serupa pada bulan Mei diprediksi mengalami kenaikan 22,000 serta menunjukkan sinyal positif bagi perekonomia. Sementara itu, tingkat pengangguran diestimasikan berada pada 5.8 persen, sama dengan sebelumnya.

    Dari sini, ACY menilai outlook jangka pendek untuk pasangan mata uang ini kemungkinan mundur (pullback) dalam dua hari ini. Resisten teknikal juga meningkatkan peluang tersebut.

    Di sisi lain, outlook jangka panjang untuk USD/CAD kemungkinan tetap bertahan dengan sinyal positif, karena DXY telah bergerak dalam channel naik di tengah solidnya performa ekonomi Amerika Serikat, sebagaimana diungkapkan oleh tangguhnya pasar tenaga kerja dan mantapnya inflasi. Performa ekonomi tangguh tersebut telah meningkatkan ekspektasi kalau Federal Reserve bakal menaikkan suku bunga acuan Amerika Serikat pekan depan. Sejumlah ekonom meyakini bahwa bank sentral AS akan menaikkan suku bunga dua kali lagi setelah rapat kebijakan tanggal 12-13 Juni guna mencegah terjadinya overheating dalam perekonomian.

    Grafik USD/CAD Daily

    [​IMG]

    Dari perspektif teknikal, garis horizontal yang digambarkan dekat 1.2997 dapat dilihat sebagai halangan jangka pendek yang merintangi USD/CAD saat meningkat. Namun demikian, karena pasangan mata uang ini bergerak dalam Ascending Price Channel, maka ACY memperkirakan apabila USD/CAD berhasil tembus level tersebut, nantinya kisaran lebih tinggi antara 1.2997 hingga 1.3120 akan menjadi ruang untuk pertumbuhan berikutnya.

    Sumber : https://www.acy.com/category/market-analysis?affiliate=12229
  18. djamirun_aje

    djamirun_aje New Member

    S&P 500 Lanjutkan Kenaikan Di Tengah Pertemuan Kim-Trump

    Pasar saham AS memperpanjang kenaikan di momen pertemuan bersejarah antara Presiden AS Donald Trump dan pimpinan Korea Utara Kim Jong-un, dengan AS yang akan mempertegas kondisi untuk keringanan sanksi terhadap Korea Utara. Pada hari Senin (11/06), S&P 500 naik 0.12 persen dan ditutup di 2782.1, mendekati High awal Maret.

    Para investor masih berpandangan positif, meski ada pula kekhawatiran mengenai diskusi Kim-Trump. Sebelumnya, Trump mengungkapkan bahwa ia punya firasat "sangat bagus" tentang pertemuannya dengan Kim Jong-un di Singapura.

    Setelah momen ini, para trader akan mengalihkan fokus pada pandangan beberapa bank sentral terbesar di dunia. Selain itu, rilis data CPI pada hari Selasa (12/06) mengestimasi pertumbuhan 2.7 persen, sehingga bisa memperkuat dorongan The Fed untuk menaikkan suku bunga pada rapat kebijakan Kamis dini hari esok (14/06). Faktor ini dapat melemahkan momentum upside pasar saham.

    Dalam skala Intraday, harga di awal sesi trading sedikit menguat selama pertemuan Kim-Trump. ACY memperkirakan jika S&P 500 memiliki kemungkinan untuk menembus resistance di sekitar level 2784.4. Apabila berhasil mempenetrasi resistance ke arah atas, maka harga bisa berlanjut menguat dan menargetkan resistance berikutnya di sekitar High 29 Januari (2876.4).

    Grafik S&P500 Daily

    [​IMG]

    Meskipun demikian, sinyal dari Bollinger Bands justru mengindikasikan peluang penurunan, mengingat harga saat ini sudah menyentuh upper band yang juga bisa dianggap sebagai resistance terhadap kenaikan harga. Namun menurut ACY, proyeksi penurunan ini masih perlu dikonfirmasi dengan indikator RSI (RSI periode 7); ketika RSI jatuh di bawah level 70, maka itu bisa menjadi sinyal dimulainya sell-off.

    Sumber : https://www.acy.com/category/market-analysis?affiliate=12229
  19. djamirun_aje

    djamirun_aje New Member

    GBP/USD Masih Bearish Jelang CPI Inggris

    Pound sedikit mengurangi penurunan pada sesi trading pagi ini (13/06), sejalan dengan House of Commons yang menolak amandemen Undang-Undang Brexit melalui hasil Voting 324 lawan 298 suara. Amandemen tersebut dimaksudkan untuk memberikan wewenang lebih banyak bagi Parlemen dalam penentuan strategi Brexit yang diatur oleh Perdana Menteri Inggris. Meski demikian, perjuangan GBP/USD kini sudah terhenti, karena Price Action terkini dari pasangan mata uang tersebut menunjukkan adanya penurunan lanjutan.

    PM Theresa May telah berhasil menanggulangi perlawanan dari anggota parlemen pro-Uni Eropa di partainya. Keberhasilan ini sekaligus menghindarkan Inggris dari ancaman krisis politik berskala besar. Kini, yang menjadi sorotan adalah ganjaran atas tunduknya para pembelot dan kemungkinan perlawanan lain yang masih membentang di waktu mendatang.

    Di waktu yang sama, rilis data CPI Inggris juga akan menjadi fokus perhatian pasar; proyeksi untuk Core CPI bulan Mei relatif stabil. Sinyal pertumbuhan harga yang menjanjikan bisa semakin meyakinkan Bank of England (BoE) untuk menormalisasi kebijakan moeneternya di tahun 2018.

    Pada Chart Daily di bawah ini, ACY memproyeksikan Outlook jangka pendek GBP/USD yang tetap mengarah ke downside, dengan garis MA 20 menurun yang tampak menekan harga, dan Relative Strength Index (RSI) yang memperpanjang formasi bearish dari bentukan awal tahun ini.


    Grafik GBP/USD Daily

    [​IMG]

    Di sisi lain, Oulook ACY untuk GBP/USD dalam jangka menengah dan panjang tidak terlalu negatif. Kegagalan Close harga di bawah 1.3328 (Fibo Retracement 50.0%) akan mengungkit peluang Rebound, dan potensi reli didukung oleh sinyal beberapa candlestick sebelumnya yang memiliki ekor panjang. Formasi candle itu secara khusus menandakan terciptanya level support kuat di bawah harga.

    Sumber : https://www.acy.com/category/market-analysis?affiliate=12229
  20. djamirun_aje

    djamirun_aje New Member

    Harga Minyak Lesu Karena Rusia Berencana Naikkan Produksi

    Harga minyak merosot empat pekan beruntun karena Arab Saudi dan Rusia akan berhadapan dengan aliansi produsen minyak mentah lainnya dalam memutuskan apakah akan menaikkan produksi atau tidak. Kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) tumbang 3.98 persen ke penutupan pada harga $64.322 per barel di hari Jumat. ACY mencatat, ini merupakan penurunan terbesar sejak 25 Mei.

    Para pejabat Saudi dan Rusia yang ingin melonggarkan batasan kuota output, akan menghadapi penolakan dari Iran, Irak, dan Venezuela pada pertemuan yang diadakan OPEC minggu depan. Rusia kini mendorong agar diijinkan kenaikan produksi dalam jumlah lebih tinggi daripada ekspektasi kami sebelumnya, dan OPEC kini terpecah, kata John Kilduff, seorang partner di Again Capital LLC. Peningkatan produksi nampaknya sudah pasti disampaikan pada rapat OPEC, tetapi pertanyaannya adalah seberapa banyak peningkatan akan dilakukan.

    Pada grafik Daily, tren WTI telah berbalik menjadi downtrend, setelah reli selama dua minggu terakhir. Pergerakannya terhalangi oleh Moving Average 20-Day dan kemudian tembus Cloud Ichimoku, sehingga bisa memicu penurunan lebih jauh. Pergerakan harga saat ini jatuh ke level support di sekitar 63.7 (Retracement 61.8%), hal mana bisa menciptakan persimpangan yang dapat membuat harga reli atau justru makin merosot.

    Grafik WTICOUSD Daily

    [​IMG]

    Apabila kita lihat pada angka RSI (7) yang telah menjadi flat selama tren menurun, maka ACY menilai ada potensi harga akan rebound dalam jangka pendek.

    Sumber : https://www.acy.com/category/market-analysis?affiliate=12229

Share This Page