Analisa Forex Teknikal Terkini ACY - Analisa Market

Discussion in 'Analisa Teknikal Hari ini' started by djamirun_aje, Jun 6, 2017.

  1. djamirun_aje

    djamirun_aje New Member

    NAS100 Terus Gempur Rekor Setelah NFP AS Naik


    Pasar Saham di Amerika Serikat terus membubung pada hari Jumat di tengah rilis data Non-farm Payroll dari Departemen Tenaga Kerja yang mengindikasikan para majikan di AS menambahkan karyawan dalam jumlah terbanyak dalam setahun, bangkit dari pelambatan yang dialami pada bulan September. Diantara tiga Pasar Saham Mayor, Indeks NASDAQ 100 terus mencetak rekor tinggi, meningkat sebanyak sekitar 0.61 persen dan ditutup pada 6282.8.

    Indeks NASDAQ 100 Melonjak
    Kenaikan di Pasar Saham tergerakkan oleh statistik ketenagakerjaan yang kuat; lantaran statistik menunjukkan tingkat pengangguran menyusut serta jumlah pengangguran dan tenaga kerja menurun, sehingga menciutkan Angkatan Kerja.
    Di NASDAQ 100 pada hari Jumat, perolehan terbesar dalam sesi perdagangan didapat oleh MercadoLibre Inc (NASDAQ: MELI) yang naik 13.28 persen, atau 31.35 poin ke penutupan pada 267.35. Qualcomm Incorporated (NASDAQ: QCOM) naik 12.71 persen, atau 6.97 poin ke penutupan pada 61.81; dan Dentsply Sirona Inc (NASDAQ: XRAY) menanjak 5.95 persen, atau 3.64 poin ke 64.80 di akhir perdagangan.
    Namun, diantara saham-saham dengan performa terburuk terdapat Discovery Communications C Inc (NASDAQ: DISCK) yang turun 5.35 persen, atau 0.87 poin ke penutupan pada 15.39, sementara Discovery Communications Inc (NASDAQ:DISCA) merosot 4.56 persen, atau 0.79 poin ke 16.52; serta Liberty Global PLC (NASDAQ: LBTYA) menurun 3.51 persen, atau 1.11 poin ke penutupan pada 30.51.

    Kian Mendukung Kenaikan Suku Bunga

    Kenaikan Payroll ke 261k, setelah hanya mencatat 18k di periode sebelumnya, mengindikasikan bahwa penurunan hanyalah dampak badai, sebagaimana diekspektasikan oleh Fed. ACY mencatat ketenagakerjaan bangkit kembali di restoran dan bar, sehingga ada tambahan 89,000 karyawan setelah berkurang 98,000 pada bulan September.
    Dengan kenaikan Payroll rata-rata sebesar 162k dalam tiga bulan terakhir, laporan tenaga kerja secara luas menyediakan lebih banyak bukti bahwa perekonomian mendekati Maximum Employment, situasi di mana para pembuat kebijakan di Federal Reserve kemungkinan akan menaikkan suku bunga di bulan Desember, untuk ketigakalinya tahun ini. Kemungkinan kenaikan suku bunga meningkat secara signifikan setelah Jerome Powell dinominasikan untuk menjadi ketua Fed berikutnya. Ia termasuk sosok yang kecondongan kebijakannya cukup sejalan dengan kebijakan Trump.

    Reformasi Pajak Trump
    Komite Keuangan Senat, yang tengah menggarap legislasinya sendiri, mentargetkan akan meluncurkan Undang-Undangnya pada akhir minggu depan. Presiden Donald Trump ingin reformasi pajak ini menjadi kemenangan pertamanya di lembaga Legislatif, tetapi jika rencana UU ini diloloskan oleh House of Representative -dimana sukses tidak dijamin akan tercapai- maka para wakil rakyat dari partai Republik di Senat AS akan menghadirkan rintangan yang lebih kuat.
    Reformasi Pajak tak pelak akan meningkatkan profit korporasi AS, dan bisa membuat laporan keuangan mereka makin impresif. Namun demikian, secara berkesinambungan, Reformasi Pajak juga akan menaikkan defisit anggaran AS lebih dari $1.5 triliun dalam 10 tahun yang akan datang, menurut James Lankford, seorang senator partai Republik dari Oklahoma. Kenaikan defisit dan utang negara akan berbahaya dan berdampak buruk bagi perekonomian di masa depan.
    Perombakan pajak akan membantu mendorong perekonomian dan pasar saham dalam jangka pendek. Namun untuk outlook yang lebih luas, ACY menilai jalur kenaikan suku bunga acuan boleh jadi mendinginkan pertumbuhan pasar saham, karena makin banyak investor akan mencari return yang lebih tinggi.

    Outlook Teknikal NASDAQ 100
    Secara teknikal, NASDAQ 100 telah mencapai titik resisten, yang diwakili oleh garis Channel atas. Indeks ini masih terus bergerak mengikuti Upward Price Channel yang terbentuk sejak awal tahun ini. Apabila Indeks ini mampu menembus lebih tinggi, maka para trader dapat menantikan kenaikan dalam jangka pendek. Alternatif lain jika Indeks berbalik menurun, maka kemunduran boleh jadi akan tetap di dalam Channel ini.


    Chart 1: NAS100 Daily
    [​IMG]
  2. djamirun_aje

    djamirun_aje New Member


    Implikasi Besar Untuk Minyak Seiring Game Of Thrones Di Arab Saudi


    Pada hari Jumat, harga minyak memperpanjang reli. Harga mencapai level tertingginya dalam lebih dari dua tahun pada hari Senin ini, seiring dengan pengetatan pasar. ACY mencatat minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) naik 0.31% ke $55.81 per barel, sementara minyak mentah Brent naik 0.30% ke $62.26 per barel; masing-masing mencapai level tertinggi sejak Juli 2015.

    Pemberantasan Korupsi Di Arab Saudi
    Pada berita akhir pekan, Raja Arab Saudi, Salman bin Abdel Aziz, mengumumkan pembentukan komite luar biasa yang dipimpin oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman, serta Ketua Komisi Investigasi dan Monitoring, Ketua Otoritas Anti-Korupsi Nasional, Ketua Biro Audit Umum, Jaksa Agung, serta Pimpinan Keamanan Negara.

    Putra Mahkota Arab Saudi memperkuat posisinya dengan melakukan pemberantasan korupsi yang melibatkan penangkapan tokoh-tokoh terkemuka, termasuk keluarga kerajaan, menteri, dan investor, termasuk miliuner Alwaleed bin Talal serta pimpinan National Guard, Miteb bin Abdullah.

    Langkah-langkah ini mewakili perkembangan politik yang mengejutkan di Arab Saudi, dan karenanya maka pasar mengekspektasikan tak ada perubahan cepat di negeri eksportir minyak mentah terbesar ini. Dengan kata lain, ACY menilai Arab Saudi akan terus memperpanjang pemangkasan produksi minyak, sesuai dengan kesepakatan sebelumnya.

    Ekstensi Kesepakatan OPEC
    Harga minyak memperpanjang reli yang telah dimulai sejak awal Oktober, terutama digerakkan oleh harapan negara-negara produsen minyak akan menyepakati ekstensi pemangkasan output pada pertemuan yang digelar akhir bulan ini.

    Berdasarkan kesepakatan awalnya, OPEC dan 10 negara non-OPEC lain yang dipimpin Rusia, setuju mengurangi produksi sebesar 1.8 juta barel per hari (bph) selama enam bulan. Kesepakatan tersebut diperpanjang pada Mei 2017 untuk periode sembilan bulan lagi hingga Maret 2018 dalam upaya untuk menyusutkan inventori minyak global serta mendongkrak harga minyak.

    Para trader mengatakan, ada tanda-tanda pengetatan pasar dalam fundamental minyak. Perusahaan-perusahaan Energi AS memangkas jumlah sumur minyak sebanyak 729 pekan lalu, penurunan terbesarnya sejak Mei 2016.

    Penurunan aktivitas pengeboran di AS terjadi seiring Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) dan Grup Non-OPEC yang dipimpin Rusia menjanjikan pemangkasan produksi minyak sebesar 1.8 juta barel per hari (bph), dalam rangka mengetatkan pasar.

    Perjanjian untuk mengurangi produksi ini dijadwalkan berlangsung hingga Maret 2018, tetapi ada konsensus berkembang untuk memperpanjang kesepakatan ini. Dalam pandangan ACY, diskusi akan terus berlangsung menjelang rapat 30 November, yang akan dihadiri para menteri perminyakan dari negara-negara OPEC dan non-OPEC yang berpartisipasi.
    [​IMG]
  3. djamirun_aje

    djamirun_aje New Member

    ACY: Pounds Jatuh Karena Kepemimpinan PM May Dalam Bahaya


    Sterling bergerak naik pada hari Jumat lalu, menanjak 0.35% dan ditutup pada 1.3191. Kenaikan Pound tersebut didorong oleh data Output Manufaktur Inggris yang lebih baik dibanding perkiraan.
    Selain itu, Pound juga diuntungkan berkat pelemahan Dolar akibat Reformasi Pajak yang mengecewakan. Reformasi tersebut merupakan bagian dari paket lebih besar yang akan memangkas tingkat Pajak Korporasi dari 35 persen menjadi 20 persen, dan memungkinkan perusahaan-perusahaan untuk secepatnya mengurangkan biaya investasi baru berupa peralatan dalam periode lima tahun, serta diharapkan akan menarik lebih banyak perusahaan memindah kantornya ke Amerika Serikat. Namun, nampaknya hal itu tak memungkinkan lagi.
    ACY mencatat, Dolar bergerak menurun ke level terendah satu pekan terhadap mata uang-mata uang mayor lainnya, di tengah bertumbuhnya keraguan mengenai kemampuan partai Republik untuk menggolkan perombakan pajak mereka tahun ini.
    Namun demikian, pada hari perdagangan ini, Pound Inggris berada dalam tekanan baru dengan selip 0.5% ke $1.3120, setelah Times of London melaporkan pada hari Minggu bahwa 40 anggota Parlemen dari Partai Konservatif telah setuju menandatangani mosi tidak percaya pada PM Theresa May.

    May tertekan karena jumlah anggota Parlemen yang tak mempercayainya terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir, sejak konferensi partai Konservatif di mana ia dihantam sejumlah krisis. Jika delapan orang wakil rakyat lagi menempatkan tanda tangan mereka dalam surat tersebut, maka akan memicu pergantian kepemimpinan di tubuh partai Konservatif.

    Kabinet PM Theresa May digerogoti oleh beberapa skandal dan kekeliruan yang melibatkan menteri-menteri top-nya. Ia bahkan kehilangan dua menteri dalam sepekan. Dan, dengan tidak adanya kemajuan dalam negosiasi perpisahan dengan Uni Eropa, perusahaan-perusahaan dari berbagai sektor telah memprediksi bahwa jika mereka meninggalkan Uni Eropa maka profit akan berkurang dan bisa mengarah pada PHK. Sejumlah perusahaan juga menyiapkan Emergency Plan untuk menghadapi kemungkinan dampak dari Brexit.

    Pertemuan Uni Eropa berikutnya yang bertempat di Brussels pada 14-15 Desember akan menjadi deadline sesungguhnya bagi perundingan Brexit, dan Inggris berharap UE akan meluncurkan fase diskusi berikutnya. Di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi, ACY melihat para trader waspada mengenai perkembangan di masa depan.

    Chart GBP/USD Daily
    [​IMG]

    Secara teknikal, GBP/USD telah diperdagangkan di atas Moving Average 200-Day. Ini mensinyalkan Buy dalam sudut pandang jangka panjang. Namun demikian, GBP/USD sudah diperdagangkan di bawah Moving Average 30-Day selama beberapa hari, sehingga untuk trader jangka pendek, Sell bisa menjadi opsi yang lebih baik.
    Level Support Penting:
    • Support 1: 1.3111.
    • Support 2: 1.3026.
    Level Resisten Penting:
    • R1: 1.3441.
    • R2: 1.3320.
    Pekan ini, Inflasi akan menjadi yang paling diperhatikan oleh pasar finansial global; dengan AS, Inggris, Zona Euro, dan Kanada sama-sama bersiap merilis data CPI. Para Investor juga akan berfokus pada Central Bank Communications Conference yang digelar oleh ECB; dengan diskusi panel antara pimpinan bank sentral Eropa, AS, Inggris, dan Jepang, menjadi sorotan.
  4. djamirun_aje

    djamirun_aje New Member

    ACY: Euro Terangkat Jelang Pertemuan Bank-Bank Sentral


    Para Investor berfokus pada Central Bank Communications Conference yang digelar ECB hari ini; kalender ekonomi Eropa yang dipadati oleh rilis data GDP Jerman kuartal III (preliminer); update angka GDP Italia, Polandia, Hungaria, Republik Ceko, dan Belanda; sembari menantikan rilis berbagai data inflasi beberapa hari kemudian.

    Pertumbuhan Ekonomi Jerman kuartal III diperkirakan akan tetap teguh pada 0.6 persen Quarter-on-Quarter (QoQ). Analis juga memperkirakan angka aktual GDP Italia naik ke 0.5% dari 0.4% QoQ di periode sebelumnya. Trader memandang positif perekonomian Uni Eropa, sebagaimana direfleksikan dalam survey ekspektasi ZEW bulan November. ZEW bulan November diekspektasikan mencapai 19.5, jauh di atas angka sebelumnya.

    Sebagaimana diketahui publik, Yellen berencana menaikkan suku bunga pada bulan Desember. Fed Amerika Serikat telah menaikkan suku bunga sebanyak empat kali sejak tahun 2015, dan nampaknya cukup yakin akan menaikkannya lagi pada bulan Desember. Namun demikian, para trader lebih tertarik untuk mengetahui kebijakan-kebijakan mendatang, terutama ketika pasar berada di tengah ketidakpastian lantaran Reformasi Pajak AS. Selain itu, ketua Fed tersebut akan digantikan pada bulan Februari tahun depan; karena kebiasaannya untuk berhati-hati, maka trader tak mengharapkan banyak informasi dari Yellen dalam pertemuan ini.

    Carney baru saja menaikkan suku bunga pada bulan November, tetapi alih-alih mendorong GBP naik, langkah tersebut justru mengakibatkannya melemah. Namun demikian, hal itu terutama karena peristiwa tak terduga berupa peningkatan mosi tidak percaya atas PM Theresa May, yang boleh jadi tidak akan berkurang dalam jangka pendek. Para trader masih terus memantau pergerakan selanjutnya.
    ACY mencatat Bank of Japan tak memiliki rencana untuk merubah kebijakan dalam waktu dekat karena fakta-fakta masih jauh dari target inflasi dua persen.

    Di sisi lain, meski Draghi dari ECB tidak berencana mengetatkan suku bunga hingga akhir tahun depan, tetapi perlu dicatat bahwa perekonomian Zona Euro bertumbuh dengan laju paling pesat dalam nyaris satu dekade. Para Analis memprediksi European Central Bank (ECB) akan bergerak secara bertahap ke posisi hawkish di tahun 2018.

    Chart EUR/USD Daily
    [​IMG]

    Secara teknikal, EUR/USD diperdagangkan di atas Moving Average 200-Day. Dapat dilihat dalam chart yang diambil ACY di atas. Hal ini mensinyalkan Buy dalam perspektif jangka panjang, di mana Euro bersiap untuk bergerak ke 1.1700 atau lebih tinggi lagi.

    Level-level Support Penting:
    S1: 1.1656
    S2: 1.1662
    Level-level Resisten Penting:
    R1: 1.1668
    R2: 1.1674

    Walaupun sekarang indikator-indikator mensinyalkan beli, tetapi sulit untuk dikatakan dengan pasti, karena Presiden ECB Draghi bisa dengan mudah menjatuhkan mata uang Euro pada pidatonya hari Selasa, dengan menegaskan berbagai alasan mengapa kebijakan yang sangat akomodatif perlu dipertahankan. Dengan mempertimbangkan hal itu, para trader akan terus mengamati guna mengkonfirmasi bias bank-bank sentral.
  5. djamirun_aje

    djamirun_aje New Member

    EUR/USD Melonjak Dengan Tangguhnya Pertumbuhan Kawasan Euro


    Euro mengalami kenaikan terbesar dalam lebih dari dua bulan, melesat sekitar 0.79% ke penutupan pada 1.17966 pada hari Selasa, lantaran Statistik Zona Euro menunjukkan performa pertumbuhan ekonomi yang tangguh. Lonjakan tersebut sudah nyaris menghapus semua penurunan yang diderita Euro dalam tiga pekan terakhir.

    GDP Euro Meninggi, Dimotori Belanja Konsumen Dan Investasi
    Kantor Statistik Uni Eropa mengkonfirmasi bahwa Gross Domestic Product (GDP) bertumbuh 0.6% dari Juli hingga September, dibanding kuartal sebelumnya. Sedangkan dalam basis year-on-year, pertumbuhan mencapai 2.5%, lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat yang sebesar 2.3%, meski sebelumnya AS naik lebih cepat dibanding Zona Euro.
    Performa tangguh pertumbuhan Zona Euro dimotori oleh negara ekonomi terbesarnya, Jerman, yang melaju lebih cepat di kuartal tiga, berkat melambungnya ekspor dan meningkatnya investasi peralatan perusahaan. Setelah penyesuaian musiman (seasonally adjusted), GDP Jerman naik 0.8% dalam satu kuartal, melampaui forecast konsensus pada 0.6%.
    Selain itu, ACY mencatat, peningkatan permintaan domestik di Zona Euro juga memompa pertumbuhan, ditunjukkan oleh kenaikan belanja konsumen dan investasi. Diantara penggerak permintaan domestik, belanja konsumen di Kawasan Euro naik dari EUR1402.33 milyar di kuartal I ke EUR1402.33 milyar di kuartal II/2017; mempertahankan laju yang kencang sejak 2013.

    Grafik 1: Belanja Konsumen Kawasan Euro.
    [​IMG]

    Hasil survey ZEW (Riset Ekonomi Eropa) untuk sentimen ekonomi, yang mengevaluasi ekspektasi ekonomi masa depan untuk keseluruhan Zona Euro, telah ditetapkan pada 30.9, melampaui angka sebelumnya pada 26.7. Hal ini mengungkapkan bahwa pasar lebih optimis akan pertumbuhan ekonomi di masa depan.
    Para ekonom di Credit Suisse Group dan Oxford Economics Institute memiliki pandangan optimis mengenai perekonomian Zona Euro, yang telah memetik banyak keuntungan dari masa keemasannya, dengan ekspansi yang lebih tinggi dan laju inflasi relatif rendah.

    Reformasi Pajak AS Menjadi Risiko Pasar
    Outlook Reformasi Pajak di Amerika Serikat menempatkan sejumlah ketidakpastian di pasar, karena House of Representatives dan Senat tidak bisa mencapai konsensus mengenai perbedaan waktu implementasinya. Hasilnya adalah sejumlah penurunan di pasar saham dan nilai tukar Dolar. Apabila perombakan pajak tak bisa diloloskan Kongres dalam waktu dekat, tak pelak pasar akan berguguran.

    Outlook Teknikal EUR/USD
    Secara teknikal, ACY melihat EUR/USD berkonsolidasi dalam Descending Price Channel, yang dimulai sejak akhir Agustus. Namun demikian, kenaikannya baru-baru ini nampak membalik tren menurun dan menyentuh batas atas dalam Price Channel. Apabila berhasil menembus batas atas, maka trader perlu memantau resisten berikutnya untuk pair ini pada level tinggi tanggal 8 September di 1.20912.

    Grafik 2: EUR/USD Daily
    [​IMG]
  6. djamirun_aje

    djamirun_aje New Member

    ACY: Minyak Merosot Setelah IEA Padamkan Outlook Pasar


    Harga minyak WTI merosot pada akhir perdagangan hari Selasa, jatuh secara signifikan dari $56.66 per barel ke $54.72 per barel. Penurunan sebesar 3.4 persen tersebut merupakan yang terburuk dalam dua pekan terakhir, sekaligus menjadi tiga hari berturut-turut harga minyak menurun, sejak Jumat. Minyak Brent juga terjun dari level tinggi harian pada $63.28 per barel ke $61.30 per barel, sebelum pasar ditutup.

    Ekspektasi Harga Lebih Tinggi Bisa Jadi Tak Terealisasi
    Minyak Mentah melangkah mundur karena IEA yang berbasis di Paris, menebarkan kabut gelap atas outlook pasar 2018. Dalam laporan pasar minyak bulanannya yang rilis di hari Selasa, IEA memangkas forecast permintaan minyaknya sebanyak 100,000 barel per hari (bph) untuk tahun ini dan tahun berikutnya, ke estimasi 1.5 juta bph di tahun 2017 dan 1.3 juta bph pada 2018. Dengan kata lain, ekspektasi industri minyak yang menginginkan harga minyak diperdagangkan lebih tinggi dan lebih stabil diantara $50-60 per barel, boleh jadi takkan terealisasi.

    Reli harga minyak dimulai pada akhir Oktober, dengan harga telah beranjak hingga ke atas $60 per barel untuk pertama kalinya sejak tahun 2015. Harga terdorong signifikan, terutama disebabkan oleh gangguan distribusi dan tensi geopolitik sambung menyambung di Timur Tengah, khususnya gejolak di Arab Saudi minggu lalu. Namun demikian, pertumbuhan permintaan minyak kemungkina akan melambat dalam beberapa bulan ke depan, karena menghangatnya cuaca memangkas konsumsi energi.

    Di samping perlambatan permintaan, ACY menilai ancaman terbesar bagi keseimbangan pasar adalah pertumbuhan suplai dari negara-negara non-OPEC. "Bahkan setelah pertumbuhannya mengalami pemangkasan moderat, produksi Non-OPEC akan mengikuti laju pertumbuhan tahun ini sebesar 700,000 bph, dengan tambahan 1.4 juta bph produksi di tahun 2018, dan permintaan tahun depan akan berhadapan dengan hal ini," ungkap IEA.

    Outlook Minyak WTI
    [​IMG]

    Pada chart WTICOUSD Daily, secara teknikal, ACY memandang reli jual masih menjadi preferensi. Harga WTI sudah diperdagangkan di atas Moving Average 30-Day selama beberapa hari, memberikan sinyal jual kuat sekarang. Posisi Long masih diperkirakan menarik bagi para buyer di atas $56, tetapi begitu harga menembus ke atas $57 secara agresif, maka aksi jual akan mengambil alih pasar.
    Level Support Penting:
    S1: 55.33
    S2: 55.59
    Level Resisten Penting:
    R1: 55.85
    R2: 55.11
    EIA Amerika Serikat akan mempublikasikan data mingguan mengenai persediaan minyak dan gasolin nanti malam, dan laporannya akan memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai pasar minyak bagi para trader.
  7. djamirun_aje

    djamirun_aje New Member

    ACY: Trader Amati Rilis Inflasi Kanada Bulan Oktober


    Dolar Kanada bergerak lebih rendah terhadap Greenback pada hari Rabu, setelah CPI Inti Amerika Serikat dirilis pada 1.8 persen, lebih baik dibanding berkiraan 1.7 persen. USD/CAD naik 0.24% sepanjang hari, dengan pembukaan pada 1.2731 dan ditutup pada 1.2762, serta menyentuh 1.2789 dalam perdagangan Intraday.

    Ketidakpastian NAFTA
    Presiden Trump tiba di Amerika Serikat setelah turnya baru-baru ini di negara-negara Asia Pasifik. Ia membanggakan perjalanannya di Asia sebagai "sukses yang luar biasa" dan mengklaim bahwa "Amerika kembali" sebagai pemimpin dunia, sembari menegaskan lagi pesannya tentang "America First". ACY menilai, posisi proteksionisnya bisa mensinyalkan masalah bagi Kanada, karena Trump telah berjanji akan merenegosiasikan perjanjian perdagangan bebas NAFTA, yang mencakup perdagangan senilai lebih dari $1 triliun per tahun.

    Pertemuan kelima diadakan di ibukota Meksiko, tetapi ini adalah pertemuan pertama yang tak dihadiri para menteri. Menurut pernyataan yang diterbitkan pada hari Rabu, baik Amerika Serikat, Meksiko, maupun Kanada, mengatakan bahwa menteri mereka takkan datang.

    Sementara itu, para negosiator Meksiko mengusulkan agar North American Free Trade Agreement direview dengan ketat setiap lima tahun, berdasarkan pada apa yang terjadi dan efek apa yang timbul, dibanding mengikuti ide kadaluwarsa otomatis dari AS. Ketidakpastian mengenai NAFTA ini akan menjadi ancaman bagi masa depan ekonomi Kanada hingga jangka tertentu.

    Inflasi Kanada Jadi Sorotan
    Kanada akan merilis data Penjualan Manufaktur hari ini serta data Inflasi Konsumen bulan Oktober pada hari Jumat, sedangkan Amerika Serikat bakal mempublikasikan data Klaim Pengangguran dan Indeks Manufaktur Fed Philly pada Kamis ini. Data Inflasi Konsumen Kanada akan menjadi yang paling penting, dengan laporan diekspektasikan menunjukkan kenaikan 0.1 persen bulan lalu.

    ACY mencatat Bank of Canada (BoC) telah membiarkan suku bunga tetap bulan lalu, sesuai ekspektasi, dan memperingatkan bahwa mereka akan terus pasang posisi hati-hati dalam mempertimbangkan langkah-langkah di masa depan, sehubungan dengan risiko-risiko dan ketidakpastian yang dihadapi perekonomian.

    Outlook Teknikal USD/CAD
    [​IMG]

    Pada grafik, secara teknikal, "buy dips" (membeli saat tren naik harga terkoreksi turun) masih menjadi preferensi pasar, dengan kisaran Daily antara 1.2762-1.2777. Harga pada USD/CAD telah diperdagangkan di bawah Moving Average 200-Day selama beberapa pekan, sehingga sinyal beli kuat saat ini.
    Level-level Support Penting:
    S1: 1.2765
    S2: 1.2768
    Level-level Resisten Penting:
    R1: 1.2771
    R2: 1.2774
    Last edited: Nov 16, 2017 at 3:56 PM
  8. djamirun_aje

    djamirun_aje New Member

    ACY: Harga Emas Masih Berkabut

    Harga Emas beranjak naik pada hari Kamis dengan meningkat 0.03 persen dalam perdagangan Intraday, berada pada 1278.53 per ons setelah dibuka pada 1278.19 per ons. Emas diuntungkan oleh pergerakan sentimen pasar di tengah perdebatan yang terus berlanjut mengenai prospek inflasi AS tahun depan.

    Harga Emas jatuh signifikan pada hari Rabu, setelah rilis data CPI. Data yang lebih baik dari ekspektasi itu mensinyalkan pertumbuhan ekonomi AS di kuartal keempat tetap solid, sehingga memantapkan ekspektasi trader bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga untuk ketigakalinya tahun ini pada bulan Desember, sesuai rencana. Karena ketidakpastian di AS, harga Emas bergerak mundur di hari Kamis, naik tipis tetapi masih di bawah banyak tekanan. Apalagi, duet laporan Penjualan Ritel dan Inflasi yang dipublikasikan di hari Kamis, mendongkrak nilai Dolar, sehingga membebani harga Emas.

    Berdasarkan kabar terbaru, US House of Representatives meloloskan pemangkasan pajak massal yang direncanakannya. ACY mencatat Greenback bergerak naik terhadap mata yang-mata uang mayor lainnya, segera setelah berita dirilis, menarik diri dari level rendah tiga pekan yang tercapai di sesi perdagangan sebelumnya. Indeks Dolar AS, yang mengukur kekuatan Greenback terhadap enam mata uang lainnya, melonjak 0.12 persen ke 93.93 dalam hari yang sama.

    Namun, harga Emas pada hari perdagangan ini melawan perkiraan dan terus menanjak lebih tinggi, dengan dibuka pada 1278.72 per ons, serta menyentuh 1284.02 per ons, level tertinggi harian sejauh ini, pada pukul 1:30 waktu Sydney. Kenaikan harga terutama disebabkan trader menelaah hasil voting rencana pajak AS, sedangkan US Senate belum menyelenggarakan voting untuk rencana pajak berbeda yang dibuatnya. Karenanya, masih ada banyak ketidakpastian di Amerika Serikat, dan para trader cenderung pasif dalam memandang masa depan.

    Grafik XAU/USD Daily
    [​IMG]

    Pada grafik, secara teknikal, "buy dips" (membeli saat tren naik harga terkoreksi turun) masih menjadi preferensi. Kisaran perdagangan harian akan berada diantara 1278.54-1284.21. Moving Average yang diterapkan ACY, menunjukkan sinyal buy kuat untuk saat ini.
    Level-level Support Penting:
    S1: 1281.29
    S2: 1282.61
    Level-level Resisten Penting:
    R1: 1283.93
    R2: 1285.25
    "Outlook untuk Fed semestinya menjaga kemunduran Dolar relatif sementara saja," kata Omer Esiner, Pimpinan Analis Pasar di Commonwealth Foreign Exchange di Washington. Dengan ketidakpastian di Amerika Serikat dan isu laten Korea Utara, para trader perlu berhati-hati di pasar; pergerakan apapun bisa mendorong ataupun menjatuhkan harga Emas.

Share This Page

nordfx